TPU-Tower SUTET di Zona Bahaya, Normalisasi Batang Lolo Mendesak

Lubukbasung, kaba12.com — Kompleks TPU Pemkab.Agam seluas setengah hektar di Kampuang Baru, Sungai Jariang dan 1 unit tower SUTET berada di zona bahaya menyusul ancaman ambruknya tebing di sepanjang ruas aliran sungai Batang Lolo yang semakin besar.

Pantauan kaba12.com di dua lokasi yang berpotensi memicu ancaman pada masyarakat di kawasan itu, terutama posisi tower listrik PT.PLN bertegangan ekstra tinggi yang hanya tinggal berjarak sekitar 3 meter dari tebing terjal yang longsor.

Sementara, kompleks TPU Pemkab.Agam di Kampung Baru, diprediksi sudah ambruk dihantam longsor dengan radius lebih dari 50 meter, dibuktikan dengan patok beton yang terbam di aliran sungai, termasuk 5 pohon kepala tumbang yang disebut sebagai batas asset milik Pemkab.Agam tersebut.

Foto : Harmen-kaba12

Kaba12.com yang bersama pj.walinagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung Indranova Dt. Panduko Basa, Mesfian Dreki, ketua pemuda nagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, disusul M.Ater Dt.Manambun, anggota DPRD Agam yang baru kembali dari kunjungan kerja di Tanah Datar, terlihat kawasan yang terban digerus aliran sungai besar itu menjadi zona bahayayang menakutkan.

Bahkan, awal tahun 2022 lalu, ambruknya areal makam dan tower SUTET itu sudah menjadi perbincangan hangat warga, namun sudah setahun berlalu dengan volume longsor yang terus bertambah, upaya penanganan yang dilakukan Pemkab.Agam sendiri masih belum terlihat.

“Harus ada langkah antisipasi segera. Harus diprogramkan normalisasi sungai, karena aliran sungai sudah pindah. Karena aliran sungai pindah, bekas areal induk sungai mengeras justru sebagian sudah ditanami kelapa sawit, ini perlu menjadi perhatian serius, “ tegas M.Ater Dt. Manambun, sekretaris Komisi I DPRD Agam.

Foto : Harmen-kaba12

Sementara menurut Indranova Dt.Panduko Basa, pj.walinagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, sebelumnya pihak nagari sudah melaporkan kondisi tersebut, bahkan laporan terkini pasca longsor Minggu, (5/2) lalu, yang kembali mengerus tebing terjal di sepanjang aliran sungai Batang Lolo.

“ Solusinya memang dengan normalisasi sungai. Dan hal itu sudah disurvei oleh tim Pemkab.Agam yang diharapkan bisa segera ditindaklanjuti, karena kami melihat sangat rawan ,” ungkapnya.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, longsor yang terjadi di kompleks TPU Pemkab.Agam di Kampung Baru, Sungai Jariang dampak dari perpindahan aliran sungai Batang Lolo yang 2 tahun terakhir volumenya sangat tinggi. Jika tidak segera ditangani, dampaknya justru akan lebih buruk bagi masyarakat dan Pemkab.Agam.

HARMEN

0Shares