Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Sungai Rangeh, Bupati Agam Instruksikan Tambah Alat Berat

Bayua, KABA12 — Bupati Agam Dr Andri Warman meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir bandang di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (9/12).

Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya maksimal dan berkoordinasi dengan seluruh pihak dalam mengatasi bencana banjir bandang tersebut.

“Kami dari Pemkab Agam berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi bencana ini. Seluruh dinas terkait juga sudah diintruksikan untuk memastikan dan memfasilitasi semua kebutuhan masyarakat yang terdampak,” kata Andri Warman kepada wartawan, Sabtu.

Ia menyebut bahwa kendala yang dihadapi di lapangan saat ini adalah keterbatasan mesin potong kayu sinso ukuran besar dan alat berat. Kendati begitu pihaknya akan segera menambah mesin sinso tersebut untuk memotong pohon yang tumbang dan menutup aliran sungai.

“Untuk alat berat, nanti akan kita tambah. Hari Senin depan pak sekda juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar supaya masalah ini bisa cepat teratasi, termasuk menambah bantuan alat berat,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan jembatan yang putus,
bupati menyarankan agar segera dibangun jembatan darurat agar akses jalan bisa dilewati masyarakat.

“Jembatan yang putus ini segera kita atasi dengan membuat jembatan darurat dari pohon kelapa, supaya akses jalan bisa dilewati masyarakat, minimal dapat dilalui oleh sepeda motor,” katanya.

Pihaknya juga berharap agar bencana galodo atau banjir bandang susulan tidak terjadi lagi, sehingga masyarakat yang mengungsi bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

“Saya sangat prihatin sekali dengan kejadian ini, karena ada 30 KK yang mengungsi di kantor walinagari. Mudahan-mudahan dalam waktu dekat kondisinya sudah aman dan teratasi dengan baik sehingga masyarakat yang mengungsi bisa lebih tenang dan kembali ke rumah,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, bencana banjir bandang susulan menerjang Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Jum’at (8/12) malam. Bencana tersebut mengakibatkan 3 bangunan hancur dan 1 mushala rusak berat.

Ketiga bangunan yang hancur tersebut yakni 2 bangunan rumah warga dan 1 sekolah taman kanak- kanak (TK).

Pantauan KABA12, Sabtu (9/12) dilokasi, material lumpur, batu, dan pohon kayu menerjang pemukiman warga dan menimbun badan jalan sepanjang 100 meter dengan tinggi sekitar 1 meter.

Ketua KSB Nagari Bayua, Hendra Suhanda menyebutkan, banjir bandang susulan terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang melanda sejak Jumat (8/12) sore hingga malam sehingga membuat aliran air sungai dan material meluap.

“Banjir bandang susulan kali ini berdampak cukup parah, yakni ada 3 bangunan yang hancur, 1 mushala rusak berat, 2 rumah rusak sedang, dan puluhan rumah terendam lumpur,” ujarnya.

Selain berdampak pada pemukiman, banjir bandang kali ini juga merusak areal pertanian dan tambak ikan milik warga. Tercatat ada puluhan pemilik sawah dan tambak ikan yang melaporkan lahannya terdampak banjir bandang

(Bryan)

0Shares