Pakan Kamih, kaba12.com — Walinagari Koto Tangah, kecamatan Tilatang Kamang Amrizal Gunawan Dt.Maruhun, mengaku kecewa pada kantor pemadam kebakaran Kota Bukittinggi yang tidak ikut membantu proses pemadaman kebakaran yang terjadi di Jorong Pincuran, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Sabtu,(27/6) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Amrizal Gunawan Dt.Maruhun,meluapkan kekecewaan pada personil Damkar Bukittinggi, yang terkesan tidak peduli pada nilai-nilai kemanusian dan musibah yang terjadi, pasalnya yang ikut membantu proses pemadaman api di 2 rumah korban kebakaran di Jorong Pincuran,Koto Tangah, justru tim pemadam kebakaran dari Padang Panjang.
“Jika tim pemadam kita diperkuat oleh Bukittinggi dini hari tadi, mungkin penanganan bisa lebih cepat, kami sangat kecewa dan prihatin akan hal itu, kami berharap hal itu menjadi catatan pahit, yang mestinya tidak pernah terjadi dalam masalah-masalah kemanusiaan dan kebencanaan, dimanapun dan di daerah manapun, “ tegas Amrizal Gunawan Dt.Maruhun.

Yang membuat Walinagari Koto Tangah itu sangat kecewa, pemuda Nagari Koto Tangah justru langsung meminta bantuan langsung datang ke kantor Damkar Bukittinggi di samping kantor camat Mandiangin, dan melaporkan adanya musibah kebakaran di wilayahnya, “ tapi laporan kami tidak direspon, padahal ini urusan bencana dan kemanusiaan, kita sangat kecewa, andai Agam dibantu, tentu dampak musibah kebakaran tidak sebesar ini di jorong Pincuran,“ tegas Amrizal Gunawan Dt.Maruhun dengan nada tinggi.
Dijelaskan Walinagari Koto Tangah itu, kebakaran yang menghanguskan 2 unit rumah yang menghuni 4 KK dengan 10 jiwa dengan kerugian mencapai sekitar Rp.500 juta, dimana kedua rumah berikut isinya tidak bisa diselamatkan karena kobaran api sangat cepat membesar.
Walinagari Koto Tangah itu, juga mempertanyakan apakah penanggulangan bencana mengenal wilayah,” kalau iya, fakta Damkar Padang Panjang, kenapa bisa membantu, sementara Bukittinggi tidak, “ tegas Amrizal Gunawan lagi.
Musibah kebakaran yang menghanguskan 2 rumah yang dihuni 4 kepala keluarga dengan 10 jiwa itu, berhasil dipadamkan oleh 3 armada damkar dari Agam dan 1 armada damkar dari Padang Panjang.
HARMEN

Kalo buliah tau, dipincuran tu rumah sia nan tabaka..?