Terus Bertambah, Korban Keracunan Capai 119 Orang, Satgas Gelar Tracking

Lubukbasung,kaba12 —Jumlah korban keracunan dampak produk makanan produk dapur SPPG Kampuang Tangah Lubukbasung masih terus bertambah.

Update data yang diperoleh kaba12 hingga Jumat,(3/10) pukul 00.00 WIB, jumlah korban terdampak keracunan mencapai 119 orang, setelah sehari sebelumnya mencapai 110 orang.

Penambahan 9 korban baru itu masing-masing,4 orang di puskesmas Manggopoh dan 5 orang di RSUD Lubukbasung.

Namun, mayoritas korban sudah diperbolehkan pulang, sementara yang masih menjalani perawatan di RSUD Lubukbasung sebanyak 25 orang, di puskesmas Manggopoh

Saat ini, proses penanganan secara maksimal terus dilakukan jajaran terkait Pemkab.Agam, terutama Satgas Pemkab. Agam, terutama di 4 fasilitas kecamatan yang menangani kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari nasi goreng yang diproduksi oleh dapur SPPG Kampuang Tangah, Lubukbasung, Rabu siang kemarin.

Seperti dijelaskan dr.H.Hendri Rusdian, M,Kes, menjawab kaba12, data korban terdampak kasus keracunan yang diduga mengkonsumsi menu nasi goreng MBG dari dari SPPG Kampuang Tangah tersebut, mencapai 119 orang, dengan penambahan jumlah data hingga Kamis sore kemarin.

Data terakhir yang dihimpun Satgas Pemkab.Agam, kasus tertinggi ditangani Puskesmas Manggopoh yang sebagian pasien dirujuk ke RSUD Lubukbasung, termasuk ke Puskesmas Lubukbasung, karena tidak lagi bisa menampung jumlah korban yang melonjak tajam dalam waktu relative singkat hingga Rabu malam lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam itu meyakinkan, sesuai instruksi Bupati Agam dan sesuai penetapan status KLB Keracunan Makanan yang diberlakukan, pihaknya bersama Satgas akan berupaya maksimal melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mengatasi kasus yang terjadi, “kita akan terus memantau proses penanganan secara maksimal, sampai seluruh warga terdampak betul- betul pulih dan bisa beraktivitas dengan baik, termasuk melakukan tracking di berbagai titik, “tegas Hendri Rusdian.

Sementara,dampak keracunan makan program MBG dari dapur SPPG Kampuang Tangah sendiri masih dalam proses pemeriksaan intensif pihak terkait, termasuk pemeriksaan sampel di laboratorium untuk memastikan penyebab makanan dari sumber makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat program MBG yang dikelola Yayasan Karakter Anak Kampuang Tangah.

Sedang,perhatian pemerintah sendiri terlihat maksimal dalam menangani korban terdampak, bahkan sepanjang Kamis kemarin, bupati Agam Beni Warlis menggelar pertemuan khusus dengan gubernur Sumbar di Padang, berlanjut dengan kunjungan gubernur ke RSUD Lubukbasung dan pemeriksaan dapur SPPG Kampuang Tangah oleh kepala BGN bersama gubernur Sumbar.

” Kita berupaya maksimal menangani dampak keracunan yang terjadi. Kita akan atasi masalah ini sampai tuntas. KLB masih diberlakukan, secara khusus bersama unsur terkait akan dilakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Beni Warlis.

(HARMEN)

0Shares