Maninjau, kaba12.com — Terobosan yang dilakukan camat Tanjung Raya Handria Asmi dan camat Palembayan Ridwan yang didukung seluruh wali nagari di dua kecamatan yang menggelar kegiatan bersama dalam rangkaian program penghijauan yang disemarakkan dengan perpaduan seni tradisi dari dua kecamatan dipujikan banyak pihak.
Kegiatan bersama yang difokuskan sebagai agenda peduli lingkungan dengan penanaman berbagai jenis pohon pelindung dan tanaman yang bisa tumbuh di kawasan hutan, kegiatan pertama dalam sejarah dua kecamatan tersebut.
Pasalnya, event yang sudah dipersiapkan sejak lama itu, mendapat respon positif dari berbagai tokoh masyarakat, termasuk para wali nagari di salingka danau Maninjau dan nagari Baringin, Palembayan itu, karena selain sebagai ajang silaturrahmi antra dua wilayah, program penghijauan yang dirilis merupakan target masa depan, untuk menjaga kawasan hutan di salingka danau Maninjau sebagai penyangga utama.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi menyebutkan, program bersama kecamatan Palembayan itu, tidak hanya sebagai wujud kuatnya komitmen kebersamaan antara masyarakat Tanjung Raya dan Palembayan itu, tapi juga sebagai besarnya perhatian terhadap lingkungan.
Pasalnya, kawasan hutan di kawasan pebukitan salingka danau Maninjau termasuk areal hutan di Bukik Sakura, nagari Baringin, Palembayan, merupakan kawasan penyangga danau Maninjau, sehingga perlu selalu dijaga dan diperlihara dengan baik.
Program penghijauan dengan goro bersama, sebagai realisasi program Agam menyemai itu, sudah dipersiapkan sejak lama, dimana kawasan hutan salingkau danau Maninjau yang banyak yang rusak akibat penebangan liar, harus selalu dijaga, agar danau Maninjau tetap terjaga kelestariannya dengan baik.
Dan hal itu, sebut Handria Asmi, sebagai salah satu wujud program #save Maninjau yang tengah digencarkan pemerintah,” kami berterimakasih, atas besarnya dukungan dan perhatian warga Palembayan, khususnya di nagari Baringin, hal itu langkah maju untuk mendorong kemajuan dua wiayah, “ sebut camat Tanjung Raya itu lagi.
(Ardi)
