Terjang Aliran Batang Kalulutan, Bupati Andri Warman Jawab Harapan Warga

Garagahan, kaba12 — Terjang medan berat menyusuri aliran sungai Batang Kalulutan di kawasan Dusun Simaruok, Jorong II Garagahan, Nagari Garagahan, Lubukbasung, Senin, (15/7), Bupati Agam Dr.Andri Warman jawab harapan masyarakat yang sejak lama didambakan pada pemerintah.

Pembangunan jembatan permanen sepanjang 40 meter dengan lebar 5,5 meter yang menghabiskan anggaran IDR 5,7 miliar yang melintasi aliran sungai Batang Kalulutan yang disebarangi Bupati Agam menggunakan kendaraan di Simaruok, Garagahan menjadi jawaban atas besarnya perhatian Pemkab.Agam pada warganya.

Usai meresmikan pembangunan jembatan permanen type C yang bisa ditempuh dengan tonase besar itu, menggunakan armada darat BA 1 T, dengan pilot Morena itu, Bupati Agam didampingi Kepala DPUTR Agam Ofrizon dan Kabid.BM Ghani Basa, sengaja menyeberangi aliran sungai yang dipenuhi bebatuan dan pasir tersebut, “ mudah-mudahan, jembatan permanen itu selesai tepat waktu, dan masyarakat bisa memanfaatkannya, “ungkap Bupati Andri Warman.

Menurut Darmalion Walinagari Garagahan, pembangunan jembatan permanen di Simaruok itu, menjadi jawaban atas harapan yang sudah sejak lama disampaikan pada pemerintah, pasalnya jembatan yang dibangun, menjadi penghubung urat nadi kegiatan ekonomi, pendidikan dan pertanian warga, “bahkan menjadi media utama penyambung transportasi dua daerah, kabupaten Agam dan Padang Pariaman, “ sebutnya.

Walinagari Garagahan itu menyebut,warganya sangat berterimakasih pada Bupati Andri Warman yang memprioritaskan pembangunan jembatan permanen tersebut, ditengah tingginya tuntutan pembangunan di seluruh wilayah kabupaten Agam.

“ Kami bangga akan hal itu. Kami bersama masyarakat akan memanfaatkan sarana yang dibangun secara maksimal, karena hal ini sangat membantu masyarakat, “sebutnya.

Bahkan, wujud kegembiraan dan antusias warga, proses peletakan batu pertama pembangunan jembatan permanen di Simaruok itu, dibanjiri ratusan warga yang sengaja menyambut kedatangan bupati Agam, yang disebutkan warga sudah sering mendatangi wilayah itu, walau harus menyeberangi aliran sungai.

(HARMEN)

0Shares