Sungai Batang,kaba12.-Pemerintah pusat yakinkan akan melakukan percepatan penanganan dampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam, termasuk penanganan aliran sungai Batang Tumayo, di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.
Bahkan diyakinkan,sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, berapapun biaya yang dibutuhkan, pemerintah akan segera menyiapkan, khususnya dalam pembangunan sabo dam dan dam pengaman sepanjang aliran sungai,karena hal untuk kepentingan dan keamanan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Dody Hanggodo, Menteri PU saat meninjau lokasi aliran sungai Batang Tumayo yang kerap mengamuk sejak terdampak bencaan hidrometeorologi 2025, November tahun lalu, hingga pekan ini, Jumat, (31/7/2026).
Ditegaskan Dody Hanggodo kehadirannya di Kabupaten Agam merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memberikan perhatian khusus terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana.
“Saya hadir ke sini atas arahan langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau mendengar langsung jeritan hati masyarakat Agam yang sering mengalami banjir, sehingga memerintahkan saya datang untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, komitmen pemerintah pusat adalah memastikan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal. “Sesuai arahan Bapak Presiden, jangan sampai masyarakat yang terdampak bencana tidak bisa tersenyum lagi. Mereka harus secepat-cepatnya bisa kembali tersenyum,” ujarnya.
Terkait pembiayaan, Menteri PU memastikan anggaran penanganan akan disiapkan oleh pemerintah pusat., “anggarannya Insyaallah ada. Saat ini masih dihitung oleh satuan kerja dan BWS, tetapi komitmen pemerintah pusat dan Bapak Presiden jelas, berapa pun yang dibutuhkan untuk kepentingan masyarakat akan kita siapkan,” tegasnya.
Selain penanganan banjir, Menteri PU juga merespons aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan jalan alternatif menuju kawasan Bukit Landia. Ia menginstruksikan jajaran teknis Kementerian PU untuk melakukan kajian dan survei guna melihat kemungkinan pembangunan jalur yang lebih aman.
“Kalau memang ada jalur alternatif atau shortcut yang lebih baik dan lebih menjamin keselamatan masyarakat, tentu akan kita kaji melalui survei dan review teknis terlebih dahulu,” katanya.-HARMEN.-
