Bukittinggi, KABA12.com — Kehadiran ASN Pemko Bukittinggi pada hari pertama kerja setelah libur Idul Fitri cukup memuaskan. Tercatat dari 1.828 ASN Pemko Bukittinggi, selain guru, hanya 55 yang tidak hadir. Persentase kehadiran ASN pada hari Kamis (21/06) itu mencapai 96,99 %, sementara persentase ketidak hadiran hanya 3,01 persen.
Kepala BKPSDM Kota Bukittinggi didampingi Kabid Pengembangan Kompetensi dan Pembinaan Aparatur Taufiqurrahman mengatakan, jika sesuai Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) maka total ASN Pemko Bukittinggi berjumlah 2.736 orang. Karena guru-guru masih libur, maka yang dihitung hari pertama adalah ASN selain guru.
Berkaitan dengan ketidak hadiran ASN tadi, terdiri dari 4 orang tanpa keterangan, 7 orang izin, 10 orang sakit, 1 orang cuti alasan penting, 13 orang cuti bersalin, 2 orang cuti besar, 1 orang cuti diluar tanggungan negara, 5 orang cuti sakit dan 12 orang tugas belajar. Sementara cuti tahunan tidak ada. Sesuai Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI laporan kehadiran itu telah dikirimkan ke kementrian menggunakan Sistem Informasi Kehadiran ASN Nasional (SIDIna).
“Bagi empat ASN yang tidak hadir tanpa keterangan ini sudah termasuk pelanggaran dan sesuai dengan perintah PP no 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan akan mendapatkan hukuman disiplin. Termasuk akan dikenai pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) untuk Bulan Juni sebesar 10 persen,” ungkapnya.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias sebelumnya telah menghimbau agar setelah libur Idul Fitri ini, semangat bekerja ASN kembali ditingkatkan. Seluruhnya harus meningkatkan kinerja mengejar ketertinggalan beberapa kegiatan. “Sekarang sudah memasuki pertengahan tahun anggaran. Karena itu disiplin dalam bekerja perlu ditingkatkan kembali. Apalagi sudah ada penunjang kinerja berupa Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP),” ujar Wako.
(Ophik)
