Lubukbasung, kaba12 — Bupati Agam Dr.Andri Warman instruksikan penanganan darurat di dua titik terdampak longsor di tebing pebukitan aliran sungai Batang Lolo, Sungai Jariang, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung.
Penanganan darurat itu, diminta segera dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya ancaman terjangan arus deras sungai besar tersebut, yang dalam 3 tahun terakhir, sudah mengikis bagian tebing yang mengancam kawasan perkampungan penduduk, tower SUTET PT.PLN dan kompleks TPU Pemkab.Agam di Kampuang Baru, RK Sungai Jariang tersebut.
Instruksi penanganan darurat dalam waktu dekat itu, ditegaskan Dr.Andri Warman saat survei langsung ke lokasi terdampak longsor di sepanjang aliran sungai Batang Lolo, Sungai Jariang, Selasa, (21/2).
Bupati Agam yang didampingi Kepala BPBD Agam Bambang Warsito, Kadinas Agam Sosial Rahmi Artati, Sekretaris Perkim Agam Rudi Hendri, Kabid.PSDA DPUTR Agam Ermon Triyoga, Kasi.Irigasi Masnal, Kabid.RR.BPBD Agam Artinoval, Kabid.KL BPBD Agam Ichwan Pratama Danda, Sekretaris Camat Lubukbasung Wahyu, Kasi.PMN Windra Putra, Kasi.PEM Indranova Dr.Panduko Basa, yang juga pj.walinagari Lubukbasung, ketua RK Sungai Jariang Zulpian, ketua RK Pulai Adedi, ketua Pemuda Nagari Persiapan Sungai Jariang Mesfian Dreky dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Agam Andri Warman yang sengaja menyisir aliran sungai Batang Lolo, mulai dari jalur masuk di lokasi pengambilan pasir sampai ke dua titik yang terdampak cukup parah akibat longsor, baik di bawah tebing lokasi SUTET yang nyaris terban tergerus longsor dan dibawah lokasi kompleks TPU Pemkab.Agam.
“ Saya minta hal ini ditangani segera. Kaji secara tekhnis proses normalisasi awal, kembalikan alur sungai ke posisi semula, sehingga sungai Batang Lolo bisa berada di jalurnya, “ jelasnya.
Disebutkan Bupati Agam itu, pengikisan tebing disepanjang kawasan yang longsor itu, akibat pindahnya aliran sungai saat air membesar, sehingga menghantam dinding tebing yang memicu longsoran tanah, “ kita akan lakukan antisipasi segera, karena hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat. Saya minta, tim tekhnis lakukan kajian, dan harus dikerjakan segera, “ tegasnya.

Ditambahkan Andri Warman, sesuai laporan warga, pengikisan dinding tebing di dua lokasi yang saat ini amblas, bahkan sudah lebih 100 meter itu, sudah terjadi sekitar 3 tahun terakhir, bahkan hingga saat ini, potensi longsor masih terus terjadi, sehingga harus dilakukan langkah-langkah penanganan darurat segera, “ kita akan atasi segera, “ ulas Andri Warman sambil menatap tinggi tebing setinggi 120 meter di kawasan Kampuang Baru, Sungai Jariang itu.
Rombongan Bupati Agam sendiri, meninjau lokasi terdampak longsor akibat berpindahnya aliran sungai Batang Lolo itu, menyusul laporan pj.walinagari Sungai Jariang Lubukbasung dan hasil investigasi bersama kaba12 bersama kepala BPBD Agam dan DPUTR Agam Senin kemarin.
Dr.Andri Warman bersama rombongan bahkan berjalan kaki sejauh lebih dari 1 km, menyusuri perkebunan kelapa sawit sebelum sampai di 2 titik yang terdampak longsor tersebut.
HARMEN
