Kaba Terkini

Sudah Setahun, Jembatan Darurat di Koto Gadang Tak Kunjung Diperbaiki

Koto Gadang, KABA12.com — Jembatan darurat yang terpasang di jalan raya Lubukbasung – Maninjau persisnya di Kurambik, Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam hingga kini belum juga diperbaiki pemerintah.

Diketahui, jembatan itu sudah setahun terpasang sebagai penanganan sementara pasca jembatan permanen mengalami amblas setelah diterjang air bah pada pertengahan Desember 2021.

Namun kondisi fisik jembatan darurat yang memprihatinkan dinilai sangat membahayakan keselamatan para pengendara melintas. Bahkan, kasus kecelakaan tunggal kerap terjadi di lokasi terutama pada malam hari.

Warga setempat menyebut, kecelakaan kerap terjadi setelah pengendara menabrak pagar besi jembatan yang terpasang di tengah jalan. Selain itu kondisi fisik jembatan yang dibangun meninggi daripada badan jalan juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan.

“Kondisinya sudah sangat membahayakan, sering terjadi kecelakaan disini karena pengendara menabrak pagar jembatan yang terpasang di tengah jalan,” kata Dicky warga setempat kepada KABA12.com, Senin (26/12).

Ia mengakui, kecelakaan tunggal itu kerap terjadi pada malam hari lantaran minimnya penerangan di lokasi, meski sudah dipasang lampu penerangan jalan.

“Lampu penerangan jalan baru dipasang sekitar 6 bulan yang lalu, itupun cahayanya kurang terang karena menggunakan tenaga surya,” ujarnya.

Sementara itu, para pengendara mengeluhkan kondisi jembatan darurat tersebut lantaran kurang nyaman dilewati.

“Harus ekstra hati-hati kalau lewat disini, karena bagian sambungan jembatannya tidak rata. Jadi kurang nyaman untuk dilalui,” katanya.

Dirinya berharap agar pemerintah melalui dinas terkait untuk secepatnya melakukan perbaikan jembatan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Harapannya, semoga bisa cepat dibangun jembatan yang baru, supaya tidak memakan korban lagi,” ungkapnya.

Anggota DPRD Agam Alhamdi Arif sebelumnya menyoroti kondisi jembatan darurat yang dibiarkan terbengkalai oleh pemerintah. Pihaknya meminta Pemprov Sumbar untuk melakukan perbaikan jembatan tersebut.

“Sudah hampir satu tahun kondisi jembatan darurat di Koto Gadang VI Koto itu belum juga ada penanganan lanjutan dari dinas terkait. Padahal seharusnya ini juga harus jadi prioritas pemerintah provinsi untuk memperbaiki jembatan itu,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemerintah provinsi sudah semestinya memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan rusak di sepanjang ruas jalan penghubung Manggopoh – Padang Lua itu. Hal ini dilakukan karena tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi sehingga perlu diperhatikan secara khusus.

“Kita berharap jalan dan jembatan yang rusak bisa segera diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan pengendara. Termasuk untuk kelancaran akses perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Kabid Bina Marga, Dinas PUTR Agam, Gani Basya mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan jembatan darurat di Koto Gadang VI Koto itu kepada Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat untuk segera diperbaiki.

Ia menyebut, perbaikan jembatan itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat karena berada di ruas jalan provinsi.

“Kita sudah usulkan perbaikannya ke Pemprov Sumbar melalui Dinas BMCKTR. Semoga tahun 2023 pembangunan jembatan yang baru bisa terlaksana,” jelasnya.

(Bryan)

To Top