Palupuah, KABA12.com — Suarin Pakiah Sati hilang misterius selama dua hari di hutan yang berada diantara Kecamatan Palembayan dan Palupuah Kabupaten Agam. Kini ia telah ditemukan dan dievakuasi warga Tabuah-Tabuah Jorong Palupuh Nagari Pasialaweh, Kecamatan Palupuah, Selasa (02/07) pagi.
Kondisi pria berusia 68 tahun yang semula ditemukan dalam keadaan lemah itupun berangsur pulih pasca menerima bantuan asupan makanan yang diberikan masyarakat setempat.
Suarin Pakiah Sati pun mulai menceritakan kisahnya selama menghilang dua hari di hutan.
Dikatakannya, selama didalam hutan rasanya ia diikuti oleh hewan hutan, sejenis harimau kampuang. Dia dipandu dengan bunyi dengkungan dan jejak harimau selama di perjalanan, sampai akhirnya ia menemukan aliran air dan ia ikuti.
Alhasil, Suarin keluar dari dalam hutan hingga sampai ke hamparan pesawahan Nyiak Pecong di daerah Tabuah-Tabuah Jorong Palupuah, Nagari Pasialaweh, Kecamatan Palupuah, sekitar pukul 06.30 WIab, Selasa (02/07).
Terlepas benar atau tidaknya kejadian di luar nalar tersebut, bahwa cerita itu cukup menghebohkan masyarakat setempat.
Menurut salah seorang warga di Palupuah, yang akrab disapa Mak Yandrizal mengatakan, bahwa lokasi Nyiak Pecong di daerah Tabuah-Tabuah Jorong Palupuah, Nagari Pasialaweh ini memiliki hamparan bukit yang dikenal dengan nama Rimbo Bateh Batuang.
Rimbo Bateh Batuang ini memiliki lembah yang berbatasan langsung dengan Bukit Paraman Kecamatan Palembayan dan Bukit Duku Kecamatan Palembayan.
“Masyarakat sekitar mengenal Rimbo Bateh Batuang ini termasuk zona rawan tersesat setiap kali memasukinya. Kalau salah salah tingkah dan sama sekali tidak pernah memasuki rimbo/hutan ini, maka kita bisa tersesat dan bisa-bisa sampai ke kampung sebelah,” jelas Mak Yan.
Saat ini, pihak keluarga Suhairin Pakiah Sati telah berada di lokasi evakuasi untuk membawanya pulang ke Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan.
(Jaswit/Harry)
