Sosialisasi Kota Sehat di Kecamatan Guguak Panjang

Bukittinggi, KABA12.com — Forum Kota Sehat Bukittinggi, sosialisasikan tatanan kota sehat 2018, kepada pokja kelurahan di kecamatan Guguak Panjang, Rabu (21/03). Kegiatan ini dihadiri Camat, sejumlah pengurus Forum Kota Sehat, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat, perwakilan pokja kelurahan, LPM dan undangan lainnya.

Ketua Forum Komunikasi Kecamatan Sehat kecamatan Guguak Panjang, Tuanku Majo Kayo, menjelaskan pengurus kelurahan diharapkan dapat bekerja maksimal. Karena pokja kelurahan menjadi garda depan untuk mensosialisasikan serta membantu masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

“Kami di kecamatan siap mendukung dan mensukseskan program kota sehat. Persoalan dini terkait data, akan segera dilengkapi dari setiap kelurahan dengan maksimal. Sehingga didapat persoalan prioritas yang harus diselesaikan, bagaimana benar-benar menjadikan Bukittinggi sebagai kota sehat yang bersih, aman dan nyaman,” ujarnya.

Kota sehat merupakan proses pembangunan secara holistik di Bukittinggi. Bahkan, kegiatan ini, menjadi program prioritas bagi Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. Program Kota Sehat pun bersinergi dengan program Kotaku.

Ketua Forum Kota Sehat, Hasnil Syarkawi menyampaikan, untuk penilaian tahun 2019 mendatang, Bukittinggi akan mengajukan 6 (enam) indikator tatanan kota sehat. Tatanan kawasan pemukiman, sarana dan prasaraa sehat, Kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, Kawasan parwisata sehat, Ketahanan pangan dan gizi, Kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat.

“Pada tahun tahun sebelumnya, kita telah ajukan empat tatanan kota sehat dan Alhamdulillah Bukittinggi meraih Swasti Saba Wiwerda. Pada penilaian tahun depan, akan kita tingkarkan menjadi enam tatanan, untuk dapat meraih prestasi Swasti Saba Wistara. Ini yang kita sosialisasikan secara bertahap tahun ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hasnil Syarkawi mengungkapkan, ada empat aspek kota sehat. Limbah keluarga, air bersih, sampah dan drainase. Sementara untuk kota Bukittinggi sendiri, salah satu masalah timbul, masalah amban keluarga. Ini menjadi salah satu masalah besar yang harus diminimaisir.

“Jamban keluarga perlu dimaksimalkan. Sanitasi total berbasis masyarakat harus diwujudkan. Saat ini, masih ada beberapa WC tidak miliki septic tank, sehingga banyak BAB langsung masuk ke riol. Ini yang akan kita sosialisasikan untuk tidak terjadi lagi di Bukittinggi,” ungkap Hasnil.

Sementara, Camat Guguk Panjang, Rispayanto mengungkapkan, kecamatan Guguak Panjang merupakan etalase kota Bukittinggi. Sosialisasi kota sehat harus dilaksanakan secara rutin. Sosialisasi dilakukan untuk menyamakan persepsi dan bergerak bersama mewujudkan lota sehat.

“Minimal dua kali satu bulan, sosialisasi harus dilakukan, baik dari tingkat kecamatan, klurahan, pokja, RT-RW. Sebenarnya program oleh pokja sudah ada, namun belum teradministrasi dengan baik. Kami minta pokja di kelurahan, harus didata, diadminiatrasikan dan didokumentasikan secara lengkap seluruh kegiatan terkait program kota sehat,” jelasnya.

(Ophik)

0Shares