Lubukbasung, kaba12.com — Walau belum ada siaran resmi dari Pemkab.Agam dan GTP2 Covid-19 Agam terkait dengan diperbolehkannya kembali kegiatan shalat berjamaah baik shalat Jumat maupun shalat fardhu, namun di mayoritas masjid di Lubukbasung,Jumat,(29/5) sudah menggelar ibadah di masjid.
Mayoritas masjid bahkan terlihat tidak menerapkan protokol penanganan covid-19, walau sebagian warga masih membawa sajadah dan memakai masker. Di beberapa masjid sendiri, tidak memberlakukan aturan yang begitu ketat, termasuk pengaturan jarak jamaah, karena jumlah jamaah masjid yang membludak.
Pantauan kaba12.com di beberapa masjid Jumat, menjelang pemberlakuan new normal dan lanjutan penerapan PSBB di Sumbar, termasuk di kabupaten Agam, tidak ada himbauan resmi seperti layaknya. Namun, masyarakat justru banyak berpedoman pada media massa dan informasi dari televisi tentang aktivitas normal baru yang akan diterapkan pemerintah.
“ Mudah-mudahan tidak ada yang luar biasa, karena kami sudah menerapkan aturan yang cukup ketat, termasuk meminta jamaah untuk memakai masker, menggunakan sajadah sendiri dan menyiapkan perangkat pencuci tangan, “ sebut beberapa pengurus masjid yang ditemui.
Kegiatan masyarakat sendiri di Lubukbasung khusus, cenderung mulai normal bahkan tidak terlihat adanya perkembangan luar biasa, termasuk penambahan jumlah warga positif terpapar covid-19.
“ Alhamdulillah, saat ini tinggal 2 warga Agam yang dinyatakan positif dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelumnya tercatat sebanyak 17 warga Agam dinyatakan positif terpapar covid-19, dan 15 sudah dinyatakan sembuh,” kata Khasman Zaini, juru bicara GTP2 Covid-19 Agam, terkait kemajuan penanganan covid-19 di Agam.
Walau demikian, Khasman Zaini tetap menghimbau masyarakat untuk mentaati protokol penanganan covid-19, dengan memakai masker jika keluar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir serta upaya lain untuk memutus rantai penyebaran virus corona ditengah masyarakat.
HARMEN
