Dalko, KABA12 — Sumber air PDAM Tirta Antokan di Silasuang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam dibuka kembali malam ini setelah terjadi aksi protes sejumlah warga setempat yang menutup sumber air tersebut pada Jum’at (24/11) sore.
Kapolsek Tanjung Raya Iptu Muzakar membenarkan bahwa pintu sumber air bersih untuk ribuan pelanggan itu akan dibuka malam ini oleh pihak PDAM Tirta Antokan.
Ia menyebut bahwa pihak kepolisian bersama Camat Tanjung Raya, dan jajaran PDAM Tirta Antokan menuju lokasi sumber air di Silasuang, Nagari Dalko untuk membuka kembali aliran air bersih yang sempat ditutup warga.

“Malam ini kami bersama camat, dan petugas PDAM Tirta Antokan menuju lokasi untuk membuka kembali sumber air yang ditutup oleh sejumlah warga sore tadi,” kata Iptu Muzakar saat dikonfirmasi KABA12, Jum’at malam.
Ia juga menyebut bahwa pasokan air bersih di Lubukbasung saat ini mengalami mati total sejak Jumat sore, usai terjadi penutupan sumber air PDAM oleh sekelompok warga.
“Pasokan air bersih di Lubukbasung mati total sejak sore tadi. Makanya malam ini diupayakan membuka kembali sumber air yang sempat ditutup untuk kelancaran suplai air ke pelanggan,” jelasnya.
Selain melakukan pembukaan sumber air, pihak kepolisian bersama Camat Tanjung Raya, jajaran PDAM Tirta Antokan, dan pemerintah nagari juga akan membicarakan persoalan yang terjadi dan mencari jalan solusi terbaik.
“Kita upayakan masalah ini cepat selesai, tentunya dengan bermusyawarah dan mencari solusi terbaik,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, perwakilan warga yang mengatasnamakan Monti Ninik Mamak Nagari Tanjung Sani yang berada di Lubuak Sao, Nagari Dalko menutup pintu sumber air utama PDAM Agam di tiga titik pada Jum’at (24/11) sore.

Penutupan pintu sumber air utama PDAM Tirta Antokan di Silasuang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya itu didasari atas ketidakpuasan sekelompok warga yang lahan ulayat mereka digunakan untuk sumber air bersih termasuk jalur jaringan pipa induk distribusi air bersih dari Silasuang tersebut, yang tidak direspon dengan baik oleh manajemen PDAM Agam.
Sebelumnya perwakilan warga masing-masing Mulyadi, Zaidul Bahri, Masri dan Abrizal yang disetujui oleh Z.Dt.Marajo, dalam surat pernyataannya tanggal 24 November 2023 menyebutkan, pihaknya sudah 3 kali menyampaikan surat sebagai reaksi atas belum tuntasnya masalah pemanfaatan lahan ulayat tersebut oleh pihak perusahaan.
Dalam surat pernyataan itu,warga sudah 3 kali menyampaikan surat masing-masing tanggal 14 Agustus 2023, tanggal 7 September 2023 dan tanggal 8 November 2023, namun tidak mendapat respon positif dari manajemen PDAM Agam, sehingga tanggal 24 November sesuai kesepakatan, warga bertindak dengan menutup saluran utama pipa distribusi PDAM Agam itu.
“Tindakan itu sesuai instruksi ninik mamak kami, dan hal itu sudah kami nyatakan secara resmi pada personil PDAM Agam saat kami meminta konfirmasi terkait dengan surat yang sudah disampaikan sebelumnya,” tegasnya.-
(Bryan)

Waduuhhhh Ninik mamak dan masyarakat terkait,jgn lah ditutup saluran sumber airnya,tindakan itu merugikan masyarakat dan membahayakan nyawa org di rumah sakit pasien yg butuh air,kalau sengketa belum slsai sudah 7 tahun lamanya,bawa ke pengadilan,bawa pengacara lalui jalur hukum menuntut perusahaan,mediasi ke media,followup ke bupati dan dinas terkait,viralkan