Kaba Terkini

Satlantas Polres Agam Pro-Aktif, Pasang Rambu Peringatan di Jalur Rawan

Lubukbasung, kaba12.com — Mengantisipasi dampak buruk yang berpotensi dialami masyarakat, khususnya para pengguna jalan, jajaran Satlantas Polres Agam berinisitiaf memasang rambu-rambu peringatan dan baliho di beberapa lokasi rawan.

Pemasangan rambu-rambu peringatan dan baliho peringatan di ruas jalan yang dianggap rawan kecelakaan itu, berada di sepanjang ruas jalan Lubukbasung-Bukittinggi di 6 lokasi, masing-masing
di KM 28 (Kelok 1), KM 30 (Kelok 10), KM 33 (Kelok 22), KM 35 (Kelok 44), KM 42 (Matur), KM 48 (Bukit Apik Parit Panjang, Matur) yang berada dalam Wilayah Hukum Polsek Tanjung Raya dan Polsek Matur, Polres Agam.

Seperti dijelaskan Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan melalui Iptu.Aprisman Sural Kasat. Lantas Polres Agam menjawab kaba12.com, bersama beberapa wartawan lain dalam diskusi khusus masalah lalulintas di wilayah hukum Polres Agam Rabu kemarin.

Dijelaskan, Aprisman Sural, pihaknya sesuai instruksi Kapolres Agam, berupaya menekan potensi kecelakaan lalulintas yang beberapa waktu belakangan masih cukup tinggi, dampak dari kondisi ruas jalan di banyak lokasi, termasuk factor kelalaian personal pengendara yang tidak mentaati ketentuan yang sudah digariskan.

Disebutkan, saat ini, pihaknya bersama jajaran Satlantas Polres Agam bersama seluruh Polsek yang ada dalam wilayah hukum Polres Agam, berupaya menekan potensi kecelakaan lalulintas akibat kondisi ruas jalan yang tidak memadai, termasuk di beberapa titik yang banyak terjadi bencana alam, khususnya di ruas kelok 44 .

“ Kita membangun kewaspadaan masyarakat, dengan memasang rambu-rambu dan baliho peringatan agar para pengguna jalan lebih hati-hati dan waspada,” ungkap Aprisman Sural lagi.

Bahkan, khusus di jalur kelok 44 dan beberapa titik ruas jalan lain yang banyak tikungan dan tanjakan, pihaknya juga memasang baliho himbauan untuk para pengguna jalan untuk meningkatkan kesabaran, dengan mendahulukan dan memberi jalan kendaraan yang akan menanjak, karena hal itu menjadi salah satu kebiasaan tak tertulis untuk menghindari kecelakaan.

Iptu.Aprisman Sural menyebutkan, pihaknya berupaya melakukan langkah-langkah persuasive dengan mendorong masyarakat untuk mentaati ketentuan berlaku lintas, tidak hanya dengan melengkapi surat-surat kendaraan, memakai helm, tidak memakain klanpot trondol atau racing dan ketentuan lain dalam upaya menjamin kenyaman dan keamanan pengguna jalan lainnya.

HARMEN

To Top