Maninjau, KABA12 — Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyiapkan sejumlah event menarik untuk menyambut perayaan hari raya Idul Fitri 1444 Hijiriah.
Tercatat ada tiga event yang dilaksanakan di Nagari Maninjau saat lebaran nanti, yakni ekshibisi rakik-rakik, festival rakik-rakik 5 jorong, dan pentas seni tradisional.
Walinagari Maninjau, Alfian mengatakan, event tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya saat momen lebaran dengan tujuan menghibur masyarakat dan perantau yang pulang ke kampung halaman.
“Lebaran tahun ini kita kembali mengadakan beberapa event selama 3 malam berturut-turut yang dimulai pada tanggal 21 hingga 23 April 2023,” kata Alfian kepada KABA12, Senin (10/4).
Ia menjelaskan, event pertama yang akan dilaksanakan adalah ekshibisi atau pameran rakik-rakik yang digelar pada malam takbiran di lima jorong yang ada di Nagari Maninjau. Tiap jorong akan menampilkan rakik-rakik dengan kreasinya masing -masing.
Selanjutnya, pada malam 1 Syawal atau malam pertama Idul Fitri tanggal 22 April akan digelar festival rakik-rakik yang dipusatkan di tepian Danau Maninjau di Pantai Sikabu Panyinggahan, Jorong Kubu Baru. Dalam acara itu nantinya ada beberapa atraksi yang dimainkan oleh anak nagari di atas rakik-rakik itu seperti tambua tansa, atraksi meriam bambu, dan kembang api.
Ia menyebut, rakik-rakik adalah sebuah rakit (kendaraan apung) terbuat dari bambu yang dihiasi dengan lampu togok dan LED warna-warni dan dirangkai menyerupai ornamen bangunan seperti rumah gadang, masjid, jam gadang dan ornamen lain. Event rakik-rakik ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Maninjau yang rutin dilaksanakan saat lebaran Idul Fitri.
“Kemudian pada malam ketiga tanggal 23 April akan digelar acara pentas seni tradisional di halaman kantor KAN Maninjau. Acara itu akan menampilkan berbagai macam kesenian tradisional Minangkabau seperti silek, tambua tansa, tari-tarian, dan lainnya,” ujarnya.
Pihaknya optimis ketiga event yang sudah dijadwalkan itu akan lebih ramai dari pada tahun sebelumnya, karena tahun ini banyak perantau yang pulang kampung.
“Mudah-mudahan ketiga event ini ikut diramaikan oleh ribuan pengunjung dari masyarakat maupun perantau yang pulang kampung, sehingga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi UMKM di Maninjau,” jelasnya.
(Bryan)
