Lubukbasung, kaba12.com — Dampak saluran drainase yang tersumbat diduga jadi pemicu tumpahan banjir di wilayah Lubukbasung Minggu,(30/8) sore tadi.
Mayoritas saluran di gorong-gorong kecil di atas trotoar yang berfungsi mengaliri air dari badan jalan banyak tersumbat oleh tumpukan sampah, sehingga air tidak masuk ke dalam bandar, sehingga jalur jalan propinsi menjadi aliran sungai yang membanjiri permukaan jalan utama mulai dari Hilir Pasar Lama sampai ke Balai Salasa sepanjang sekitar 4 km.
Untuk mengantisipasi luapan banjir di permukaan jalan, banyak pemuda yang langsung goro membersihkan gorong- gorong yang tersumbat sampah, sehingga air bisa cepat menyusut di atas permukaan jalan.
Kondisi banjir di wilayah Lubukbasung Minggu sore tadi diamini warga cukup luar biasa, dampak hujan lebat yang mengguyur wilayah itu selama lebih dari 2 jam itu.

Bahkan ditengarai, banjir juga dipicu akibat desakan bangunan warga di beberapa titik yang menghambat aliran air di beberapa jalur drainase, termasuk aksi membuang sampah sembarang di bandar-bandar, dibukti di banyak titik Minggu malam ini terlihat sampah bertaburan di sepanjang jalan utama kota Lubukbasung.
Sekab.Agam M.Dt.Maruhun yang memantau ke beberapa lokasi banjir di Lubukbasung Minggu sore tadi menyebutkan, dampak curah hujan tinggi menyebabkan tumpahan banjir di sepanjang ruas jalan propinsi di Lubukbasung.
Disebutkan M.Dt. Maruhun, meluapnya aliran air di sejumlah drainase itu, disebabkan makin terdesaknya bangunan mendekati drainase, termasuk banyak tersumbatnya saluran air akibat sampah.
“Meluapnya air di sejumlah titik, salah satunya akibat banyaknya masyarakat yang mendirikan bangunan di atas saluran air, sehingga menyebabkan saluruan air makin sempit,” jelasnya.
Disisi lain, saat ini di beberapa lokasi, tengah dikerjakan kegiatan pembangunan dan perbaikan drainese di jalur jalan propinsi oleh DPUTR Sumbar, untuk mengantisipasi tumpahan air ke jalan.
” Sampai proyek perbaikan ini selesai, sejumlah saluran air, jadi terganggu, mudah- mudahan dengan selesainya kegiatan itu, bisa menjadi salah satu solusi mengantisipasi luapan air sungai kecil di sepanjang ruas jalan propinsi itu ,” sebut M.Dt.Maruhun lagi.

Sekab.Agam itu, juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak curah hujan tinggi yang beberapa waktu belakangan kerap terjadi, termasuk meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke bandar-bandar.
” Bersama kita menjaga, sehingga potensi dampak musibah, khususnya potensi banjir di Lubukbasung bisa kita tekan, ” imbau Sekab. Agam itu lagi.
Banjir yang melanda wilayah Lubukbasung Minggu sore tadi, disebutkan warga cukup luar biasa, yang sampai membuat akses jalan propinsi mulai dari Pasat Lama Lubukbasung sampai ke Balai Salasa sempat tersekat karena tumpahan air sampai setinggi setengah meter di permukaan jalan.
HARMEN
