Maninjau, KABA12 — Rutan Kelas IIB Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyediakan klinik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga binaan di rutan setempat.
Kepala Rutan Maninjau, Irphan Dwi Sandjojo mengatakan, pendirian klinik tersebut merupakan upaya rutan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga binaan.
Ia menyebut, bahwa klinik kesehatan tersebut sudah dibuka sejak Oktober 2023 lalu setelah mendapat izin operasional dari pemerintah daerah setempat. Untuk mendukung operasional klinik tersebut, pihaknya juga dibantu oleh 1 orang dokter dan 1 orang perawat.
“Operasional klinik ini kita juga dibantu oleh 1 orang dokter dari Puskesmas Maninjau dan 1 orang perawat yang juga pegawai di rutan,” kata Irphan kepada KABA12, Rabu (24/4).

Irphan menambahkan, sarana dan prasarana yang dimiliki klinik tersebut dinilai cukup lengkap untuk memenuhi layanan pengobatan dan penanganan pertama bagi warga binaan. Selain itu, pihaknya akan melakukan rujukan ke puskesmas maupun rumah sakit apabila ada warga binaan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
“Layanan kesehatan di klinik adalah pemberian obat-obatan bagi warga binaan yang sakit, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan medis tingkat pertama. Apabila tidak mampu, maka kami akan rujuk ke puskesmas maupun rumah sakit,” sebutnya.
Lebih lanjut disebutkan, tenaga perawat yang juga pegawai di rutan selalu melakukan kontrol kesehatan ke setiap kamar warga binaan dengan menanyakan kondisi kesehatan warga binaan. Sedangkan kunjungan atau praktek dokter ke rutan berjadwal dua kali sebulan
“Untuk perawat selalu standby di kantor. Apabila ada kondisi darurat maka perawat akan berkonsultasi ke dokter untuk penanganan medis selanjutnya,” ungkapnya.
Mantan Kepala Keamanan Lapas Kelas IIB Ngawi Jawa Timur ini mengaku dengan adanya izin operasional klinik tersebut, tentu menjadi sebuah payung hukum dalam memberikan penanganan medis yang optimal kepada warga binaan. Setidaknya pihaknya memiliki legalitas yang sah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan di Rutan Maninjau.
“Dengan adanya klinik yang didukung oleh dokter dan perawat, diharapkan derajat kesehatan warga binaan dapat lebih meningkat, dan menjadikan inovasi itu untuk mewujudkan pelayanan yang prima,” jelasnya.
(Bryan)
