Papua, kaba12.com — ROOTS band, group band beraliran metal reggae asal nagari “perak” Koto Gadang, kecamatan IV Koto, kabupaten Agam, yang mendapatkan tempat di hati warga Merauke, Papua, merespon luar biasa kegiatan gappis parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 yang digelar rutin di kompleks pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung setiap hari Rabu malam.
Personil ROOTS yang berasal dari kabupaten Agam, salah satunya asal Lubukbasung itu mengaku terus memantau kegiatan GPSB AGam 2018 dari media online kaba12.com, yang dinilai sangat positif untuk kreativitas pemuda dalam berkesenian.
Group band yang mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Papua, hingga kini masih menggelar tour show album baru mereka di tanah Papua tesebut, mengaku salut dengan pelaku seni di Lubukbasung yang mencoba menggagas event untuk unjuk kreasi group kesenian tradisi di kabupaten Agam.
“ Sentuhan semacam itu harus terus dikembangkan, karena seni-budaya tradisi tidak untuk dipajang, tapi untuk didorong untuk terus berkembang, kita para pemuda lah yang harus berbuat, salut kami untuk GPSB Agam, “ sebut Bayu Setiawan, pimpinan ROOTS band kepada panitia GPSB Agam 2018 Hasnil.
Diharapkannya, GPSB Agam bisa menjadi pioneer bagi kelompok pemuda lain untuk membangun peduli untuk berkreasi, karena tidak hanya dengan motivasi, tapi perlu energi penyaluran keahlian untuk para pelaku seni-budaya di daerah,” kami apresasi itu dari Papua, kita pemuda harus membangun peduli, “ tambahnya.
Kebanggaan senada disebutkan, Rudi Eka Putra, gitaris ROOTS Band, putra Lubukbasung yang mengaku salut dan bangga, para pemerhati dan pelaku seni di Lubukbasung, sukses memotivasi seluruh kelompok kesenian tradisi dan budaya yang ada untuk tampil, “ banyak potensi seni yang dimiliki masyarakat di jorong dan nagari, mereka butuh penyaluran, dan GPSB Agam sukses menjawab hal itu, “ tegasnya.
Diharapkannya, event semacam itu, bisa semakin beragam, dan dilebarkan ke seluruh wilayah kabupaten Agam, dengan durasi yang panjang, sehingga berbagai elemen masyarakat bisa berperan, termasuk bisa mendorong munculnya seluruh keunikan seni-budaya tradisi yang selama ini belum dikenal banyak pihak.
“ Banyak keunikan, bahkan mungkin jenis seni-tradisi yang sudah langka dan tidak terperhatikan selama ini, bisa muncul dengan sendirinya, moment penampilan di GPSB Agam justru akan menambah kekayaan kasanah seni-budaya Agam, itu harapan kami, sukses untuk GPSB Agam, kami doakan semoga kegiatan itu makin eksis, karena hal itu justru untuk kepentingan masyarakat luas, “ sebut Rudi Eka Putra, seperti disampaikan Hasnil kepada kaba12.com.
sementara group ROOTS band, yang terkenal dengan beragam kreasi metal reggae nya, sudah malang melintang di belantika music nasional, bahkan group band papan atas nasional ini dikenal kukuh menggedepankan pelestarian seni-budaya tradisi dan mengharamkan narkoba, walau penampilannya urakan.
(Harmen)
