Ria Deviana Perempuan Inspiratif Bukittinggi Dinilai Provinsi

Bukittinggi, KABA12.com — Ria Deviana, salah seorang penyandang disabilitas di kota Bukittinggi, memiliki kisah yang cukup menginsipirasi. Bahkan dengan upayanya bangkit dari kepesimisan, menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat dan pemerintah kota Bukittinggi.

Atas upayanya itu, Ria Deviana, didapuk sebagai perempuan inspiratif kota Bukittinggi yang diutus dalam penilaian tingkat provinsi Sumatera Barat. Tim penilai melakukan kunjungan lapangan, bertempat di Aula Kantor Camat Mandiangin Koto Selayan, Rabu (17/10) untuk menilai secara langsung apa yang telah dipaparkan Ria sebelumnya saat pemaparan di kota Padang beberapa waktu lalu.

Ria Deviana, menyampaikan, dalam menjalani hidupnya seperti saat ini, memang sangat berat. Karena ia terlahir dalam keadaan normal. Namun setelah kecelakaan yang menimpanya tahun 2003 lalu, membuat Ria hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur khusus.
Namun berkat dukungan dari keluarga dan sejumlah pihak lain, ia mencoba bangkit, dengan mulai mencoba mengisi harinya dengan merajut dan menjadi motivator melalui media sosial. Sampai-sampai ia dijuluki teman-temannya “putri tidur”.

“Banyak hal yang membuat saya bangkit. Melihat teman-teman yang berkebutuhan khusus, membuat saya bangun dari tidur untuk memperjuangkan hak mereka. Semua orang bisa melakukan sesuatu hal jika diberi kesempatan.

Bicara disabilitas, lanjut Ria, bicara tentang masa depan. Karena kita tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi satu detik yang akan datang. Untuk itu, Ria mulai menyusun sejumlah program dan berusaha bangun dari tidurnya, hingga bisa duduk tegap di kursi roda.

“Melalui kursi roda ini, saya bergerak kesana kemari untuk mencoba memperjuangkan hak generasi disabilitas di tengah masyarakat. Salah satunya dengan menggerakkan PPDI yang tengah menyusun program baru, pemberdayaan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Tati Yasmarni, Kadis P3APPKB, meyampaikan, Ria memberikan pengaruh besar terhadap pemerintah. Ia dengan kondisinya, dengan bangga dan berani menyampaikan aspirasi terkait kelompok disabilitas dan berkebutuhan khusus kepada pemerintah.

“Program Ria bisa disinergikan dengan pemerintah dalam hal kesetaraan gender, lebih khusus lagi terkait program anak berkebutuhan khusus. Kegigihan dan ketangguhannya dalam berjuang hidup dan memperkuangkan kelompoknya, menjadi poin utama bagi kai untuk menjadikan Ria perempuan inspiratif Bukittinggi,” jelasnya.

DR. Fatma Riza, Ketua Tim penilai, didampingi anggota Ernalis dan Eri Widiyastuti, menyampaikan, penilaian kali ini, merupakan lanjutan dari penilaian yang dilakukan beberapa minggu lalu.

“Sebelumnya Ria telah mempresentasikan programnya. Dan hari ini kami nilai langsung ke lapangan, terkait dukungan pemerintah terhadap perempuan inspiratif serta dampak kegiatan yang dilakukan Ria terhadap lingkungannya,” ungkapnya.

Hadir dalam penilaian itu, sejumlah tokoh peduli dsisabiitas, seperti, H. Syahrul, SH, MBA atau yang biasa dikenal H. Anggun, Aldefri, Camat MKS, Lurah Puhun Tembok dan beberapa perwakilan SLB. Tidak hanya untuk menghadiri saja, namun tokoh itu juga diminta keterangan terkait sosok Ria Deviana sebagai perempuan inspiratif Bukittinggi.

(Ophik)

0Shares