Kaba Terkini

Restoratif Justice Beri Ruang Ninik Mamak Selesaikan Perkara Ringan

Maninjau, KABA12.com — Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Agam, Junaidi Dt Gampo Alam Nan Hitam menilai bahwa penegakan hukum yang berkeadilan melalui restoratif justice memberikan keuntungan bagi ninik mamak karena mampu menyelesaikan masalah ringan secara adat.

Selain itu, LKAAM Sumbar juga sudah menjalin kerjasama dengan Polda Sumbar tentang restoratif justice atau balai perdamaian, dimana suatu tindak pidana ringan akan diselesaikan secara adat oleh ninik mamak.

“Restoratif justice dinilai memberi keuntungan bagi ninik mamak karena bisa menangani perkara ringan secara adat. Sebab, sebagai ninik mamak dituntut harus mampu menyelesaikan masalah secara adat,” kata Junaidi dalam acara pengukuhan LKAAM Kecamatan Tanjung Raya di aula kantor camat, Sabtu (17/12).

Lebih lanjut disebutkan, saat ini LKAAM Sumbar saat ini sudah diakui negara karena SK-nya sudah disahkan oleh Kemenkumham RI. Kendati begitu, lanjutnya, LKAAM diharapkan lebih eksis lagi dan mengembangkan diri kedepannya dalam memaksimalkan fungsi ninik mamak.

“Adanya SK yang sah dari Kemenkumham maka para pengurus LKAAM dan ninik mamak tidak ragu lagi dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai lembaga adat di Minangkabau,” katanya.

Sementara itu, Camat Tanjung Roza Syafdefianti mengatakan, mengucapkan selamat kepada pengurus LKAAM Kecamatan Tanjung Raya periode 2022-2027 yang baru saja dikukuhkan.

Ia mengatakan, LKAAM bersama pemerintah kecamatan menjadi harapan masyarakat dalam melestarikan nilai adat Minangkabau berlandaskan ABS-SBK serta mensyiarkan agama Islam.

“Selamat untuk Ketua LKAAM Tanjung Raya Angku E St Kayo beserta pengurus yang baru saja dilantik. Semoga amanah dan membawa adat ke arah yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Roza mengakui, kehadiran LKAAM sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar bisa bergandeng tangan dengan pemerintah dalam menyelesaikan masalah. Diantaranya memberantas LGBT, pergaulan bebas, dan narkoba. Termasuk membimbing generasi muda untuk lebih mengenal adat istiadat, karena masih banyak generasi penerus yang tidak tau tentang adat.

“Mari sama-sama kita selamatkan generasi muda sebagai masa depan bangsa dari hal-hal negatif. Serta memberikan bimbingan dan pembinaan bagi generasi muda agar mereka lebih tau dalam mengenal adat dan istiadat Minangkabau,” jelas Roza Syafdefianti.

(Bryan)

To Top