Bukittinggi, KABA12.com — Menyambut bulan suci ramadhan 1440 H, Novotel Bukittinggi memperkenalkan kuliner khas tradisional Minangkabau rendang runtiah sebagai menu andalan Accor Hotel Group di wilayah Sumatera.
Rendang runtiah itu diperkenalkan lewat Culinary Journey Sumatera, yang di launching di Novotel Bukittinggi Rabu (1/5).
Turut hadir dalam launching Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bukitinggi Erwin Umar.
Dalam kegiatan launching tersebut, Chef Novotel M. Hasanuddin memperagakan proses cara membuat rendang runtiah. Segala rempah- rempah untuk membuat rendang runtiah ini juga telah dipersiapkan, seperti daging, santan kental, bawang merah dan bawang putih, lengkuas, kunyit, batang serai batang serai, daun jeruk, daun salam, cabe dan rempah lainnya.
“Untuk membuat rendang runtih dalam 1 kg daging membutuhkan 5-7 kelapa, dengan waktu memasak 2-3 jam. Yang menjadikan rendang runtiah ini unik dari pada rendang lainnya adalah daging yang digunakan untuk membuat rendang ini disuir terlebih dahulu, kemudian dimasak dengan berbagai macam rempah special dan santan,” kata Chef Hasanuddin.
Menurutnya, Culinary Journey merupakan sebuah program yang digelar sepanjang tahun dan menampilkan keragaman sajian masakan serta cita rasa unik hasil olahan para tim kuliner lebih dari 120 restoran di hotel-hotel Accor Indonesia.
Sementara itu General Manager Novotel Bukittinggi Yon Hendri mengatakan, tahun ini rendang runtiah diperkenalkan sebagai menu andalan Accor Hotel Group di wilayah Sumatera, yang ditampilkan pada Culinary Journey. Rendang Runtiah diangkat dari kuliner khas Lima Puluh Kota yang akan dijadikan sebagai ikon region Sumatera.

“Kami telah melakukan berbagai seleksi kuliner yang akan ditampilkan lewat Culinary Journey Sumatera tahun ini, dan akhirnya memilih rendang runtiah. Dipilihnya rendang runtiah karena rendang adalah makanan tradisonal favorit dari Minangkabau yang banyak diminati,” ujar Yon Hendri.
Ia menambahkan, mulai saat ini tamu hotel di Sumatera bisa menikmati kuliner rendang runtiah, dan bisa dibeli untuk oleh oleh dengan harga Rp 75 ribu per seratus gram.”rendang runtiah ini tidak hanya kita perkenalkan di Sumatera saja, namun di seluruh penjuru Indonesia,” tukasnya.
Kepala Disparpora Erwin Umar, meapresiasi dan menyambut baik kegiatan launching rendang runtiah yang dilakukan Novotel Bukitinggi lewat Accor Hotel Culinary Journey Sumatera. Menurutnya, pihak Novotel mencoba mempromosikan dan mempopulerkan kuliner daerah Minang ditingkat regional dan nasional.
(Ophik)
