Garagahan,kaba12.-
Untuk merealisasikan rumah layak huni (RLH) untuk keluarga Maswendi, warga Bancah Paku, Jorong I Garagahan yang sejak lama menjadi perhatian banyak kalangan, mengingat kondisi rumah yang sebelumnya ditempati sangat memprihatinkan, jajaran pengurus Badan Musyawarah (Bamus) Garagahan optimalkan swadaya masyarakat.
Pasalnya, pembangunan RLH di lahan seluas 6×6,5 meter yang disiapkan “dunsanak” untuk dibangun dan ditempati oleh keluarga Maswendi itu, saat ini baru mendapat dukungan dana Rp. 20 juta berupa material bangunan dari BAZNas Agam sesuai permohonan Bupati Agam, sementara kebutuhan untuk pembangunan RHL diprediksi mencapai sekitar Rp.70 juta-an.

Terkait dengan dorong tersebut, seperti disebutkan Fadli, SPd, MPd, anggota Bamus Nagari Garagahan yang dipercaya sebagai bendahara panitia pembangunan RLH Maswendi, menyebutkan saat ini, pihaknya berupaya maksimal untuk menghimpun donasi dari berbagai pihak dalam membangun pembangunan RHL tersebut.
“ Kita akan berupaya maksimal menggalang dukungan, mengingat program pembangunan RHL untuk keluarga Maswendi itu cukup mendesak, “ ungkapnya.

Fadli, yang didampingi Walijorong I Garagahan Martion, Walijorong III Harry, panitia pembangunan Deded Mustafa dan Ridwan St.Rajo Ameh di lokasi rencana pembangunan RHL Maswendi di Jorong II Garagahan Rabu, (24/5), menyebutkan, saat ini respon dan dukungan dari berbagai komponen sangat positif.
Bahkan, keluarga Maswendi dan istrinya Mega, sudah mulai melakukan pembersihan areal bangunan, mulai menggali lobang untuk pondasi, “ sebagian material bangunan seperti pasir, batu dan lainnya, hasil badoncek panitia bersama jajaran pemerintah nagari sudah sampai ke lokasi rencana RLH tersebut, “ jelas Fadli.

Fadli mengaku optimis, dengan dukungan semua pihak, ikhtiar bersama untuk membangun RLH untuk keluarga Maswendi itu, bisa terealisasi dengan baik, “ kami berupaya maksimal. Mohon dukungan semua pihak,“ ujarnya serius.
Rencana pembangunan RLH untuk keluarga Maswendi, mencuat pasca kunjungan tim Polres Agam yang menyerahkan bantuan untuk keluarga miskin tersebut saat bulan Ramadhan, bahkan ditemukan anak sambung Maswendi yang masih berusia 9 tahun tidak bersekolah karena tidak ada biaya, mendapat perhatian luas banyak pihak.
Bahkan, bupati Agam langsung menggelar grebek sahur di rumah sangat sederhana yang ditempati Maswendi bersama dua anaknya , yang tanpa penerangan listrik dan tidak ada jamban. “Kita bersama semua unsur akan bantu secara maksimal, untuk RLH ,listrik dan pendidikan anak pak Maswendi,“ tegas Dr. Andri warman, bupati Agam di rumah warga miskin itu.
-HARMEN.-
