Ramadhan dan Kepedulian Sosial, Saatnya Saling Menguatkan

Lubukbasung, kaba12 — Ramadhan mengajarkan bahwa ibadah tidak berhenti pada hubungan dengan Allah, tetapi juga tercemin dalam kepedulian terhadap sesama. Saat kita merasakan lapar dan dahaga, kita diingatkan bahwa di sekitar kita ada yang mungkin merasakannya setiap hari.

Bulan suci ini menjadi waktu terbaik untuk memperkuat solidaritas. Bukan hanya berbagi makanan berbuka, tetapi juga perhatian, dukungan, dan empati. Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan sekedar bantuan materi, melainkan rasa bahwa ia tidak sendirian.

Rasulullah SAW bersabda:

“Perumpamaan orang – orang beriman dalma hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya.”
(HR.Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menggambarkan betapa eratnya hubungan sesama muslim. Ramadhan memperkuat ikatan itu, semangat gotong royong, berbagi takjil, membantu yang membutuhkan, hingga mendukung kegiatan sosial di lingkungan, semuanya menjadi wujud nyata kepedulian.

Ramadhan 1447 Hijriah hendaknya tidak hanya ramai dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam aksi sosial. karena puasa yang baik bukan hanya membentuk pribadi yang saleh, tetapi juga masyarakat yang peduli.

(TAUFIQ/*)

0Shares