Program #Save Maninjau Dipertanyakan Warga

Maninjau, kaba12.com — Masyarakat salingka danau Maninjau pertanyakan tindaklanjut dan program penyelamatan danau Maninjau (save Maninjau) yang dicanangkan Pemkab Agam yang hingga kini belum terlihat hasil optimal.

Langkah yang dilakukan masih bersifat manual dan tidak terlihat langkah konkrit yang dilakukan untuk memaksimalkan penyelamatan danau Maninjau yang rusak akibat pencemaran akibat endapan dan sendimen bekas pakan ikan yang menumpuk sejak puluhan tahun lalu.

Sejauh ini, langkah yang dilakukan pemerintah, termasuk pemerintah nagari dan kecamatan baru dalam tahapan pembersihan permukaan danau Maninjau dengan cara manual dengan gotong royong, namun tahapan yang jelas terkait dengan program #save Maninjau itu sendiri belum terlihat di lapangan.

Hal itu mencuat saat anggota DPRD Agam dari daerah pemilihan (dapil ) VI menggelar kunjungan kerja ke daerah pemilihan dalam rangkaian menerima aspirasi masyarakat, Jumat kemarin di Maninjau.

Kunker ke Dapil VI itu, tim DPRD Agam masing-masing Irfan Amran, Syaharuddin, Masrel Syofa, Nofirizal Anas, dan M.Abrar, menerima berbagai pertanyaan dan permintaan dari tokoh masyarakat setempat terkait dengan program penyelematan danau Maninjau.

Menanggapi hal itu, ditanggapi Irfan Amran yang menyebutkan, untuk program #save Maninjau diakui masih belum maksimal, karena masih belum adanya dukungan dana yang memadai, terutama dari pemerintah pusat, sesuai program yang diajukan.

Untuk penyelematan danau Maninjau dari kerusakan yang lebih parah, disebutkannya, butuh dukungan dana yang sangat besar, dan Pemkab Agam bersama DPRD Agam sudah merumuskan beberapa langkah termasuk sudah mempersiapkan alokasi anggaran untuk tahun 2019 mendatang.

Diharapkan, dengan dukungan pemerintah pusat, berbagai program yang dirancang untuk penyelamatan danau Maninjau tersebut, akan bisa terlaksana dengan baik, termasuk rencana pembersihan sendimen pakan ikan yang menjadi penyebab pencemaran bisa teratasi dengan baik, termasuk pengaturan dan pengelolaan danau Maninjau secara spefisik.

Kunker DPRD Agam ke Dapil VI yang membawahi kecamatan Tanjung Raya dan Matur tersebut, isu save Maninjau menjadi topic hangat yang diperbincangkan masyarakat dengan anggota DPRD Agam tersebut.

(Ardi)

0Shares