Potensi Hujan di Gunung Marapi Masih Tinggi, Warga dan Tim Penanganan Diminta Waspada

Lubukbasung,kaba12 — Potensi curah hujan di kawasan Gunung Marapi yang masih tinggi beberapa waktu belakangan mengundang kekuatiran banyak pihak. Pasalnya saat ini, upaya penanganan dampak pasca bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang terjadi Sabtu, (11/5) lalu masih terus dilakukan, termasuk proses demolisi batuan besar yang berpotensi mengundang bahaya.

Bahkan, kawasan yang berada di kaki Gunun Marapi, selain masih terus didera hujan lebat sertai angin kencang, beberapa hari terakhir Gunung Marapi masih terus memperlihatkan aktivitas erupsinya, sehingga dibutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan ekstra dari seluruh pihak, terutama warga yang berada di kawasan itu.

Harapan itu disampaikan para pimpinan DPRD Agam, seperti disampaikan Dr.Novi Irwan, Suharmen, Marga Indra Putra dan Irfan Amran didampingi Hasneril, Pranata Humas Sekretariat DPRD Agam yang mengaku kuatir melihat kondisi cuaca yang masih belum sepenuhnya bersahabat ditengah upaya penangan pasca bencana, bahkan saat ini tanggap darurat tahap II sudah diberlakukan.

Disebutkan Suharman, upaya penanganan yang tengah dilakukan tim gabungan dari berbagai unsur itu, kerap terkendala akibat cuaca. Karena instruksi siaga untuk mengantipasi dampak lebih lanjut, harus dengan ketat diberlakukan, terutama penanganan di sepanjangan bantaran sungai yang sebelumnya terdampak.

Harapan senada disampaikan Irfan Amran, yang meminta masyarakat harus lebih waspada , karena dampak curah hujanyang tinggi, apalagi dari puncak gunung Marapi, akan serta merta bisa memicu banjir di sepanjang aliran sungai yang ada di kawasan pemukiman warga saat ini, “ segera menjauh dari tepi sungai, jika curah hujan tinggi. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan kunci penting untuk mengantisipasi dampak bencana, “ harapnya.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, upaya penanganan dampak bencana masih terus dilakukan oleh unsur tim gabungan, termasuk pasokan bantuan yang terus berdatangan dari berbagai pihak, termasuk kalangan perantau yang prihatin dengan musibah yang melanda dunsanak yang berada di kampung halaman itu.

(HARMEN)

0Shares