Maninjau, KABA12.com — Musibah tubo danau yang melanda Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, beberapa hari terakhir memicu berkurangnya populasi rinuak di daerah itu.
Hal itu dibenarkan oleh salah seorang pedagang dan nelayan pencari rinuak di Nagari Bayua, Etti, Selasa (11/2), untuk beberapa hari terakhir, hasil Tangkapan masyarakat berkurang hingga 50 persen.
“Jauh berkurang, biasanya satu hari bisa dapat 10 hingga 15 Kg namun hari sekarang hanya 6 sampai 7 kg,” ujarnya
Meski demikian berkurangnya hasil tangkapan tidak berpengaruh kepada harga jual di pasaran dalam satu Kilonya rinual dijual dengan harga Rp 10 ribu, nominal tersebut sama dari pekan lalu.
“Untuk pedagang kuliner dan masyarakat di pasar tradisional harga jual tetap, permintaan pun tidak ada perubahan, namun jumlah rinuak yang kami jual tentu berkurang dari minggu biasanya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam Ermanto mengatakan, jika terjadi perubahan pada pada perairan danau, rinuak akan bermigrasi ketempat yang lebih aman seperti hulu mata air atau kawasan yang lebih jernih.
“Biasanya jika habitat mereka tercemar mereka akan bermigrasi ke kawasan yang lebih aman, hal itu menyebabkan hasil tangkapan nelayan berkurang, kita menghimbau masyarakt untuk membatasi jumlah tangkapan sementara waktu, hal itu untuk menjaga keberlangsungan rinuak di danau maninjau,” terangnya
(Bryan)
