Poktan Seroja 2 Panen Perdana Padi Salibu

Bukittinggi, KABA12.com — Dinas Pertanian melalui kelompok tani Seroja 2, kelurahan Pakan Labuah, kecamatan ABTB, Bukittinggi, panen perdana sistem padi salibu, Rabu (04/07) lalu. Kegiatan ini dihadiri Kadis Pertanian dan Camat ABTB serta sejumlah pejabat pemerintah terkait lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, Melwizardi, menjelaskan, sistem tanam padi salibu, merupakan teknologi pola tanam atau budidaya padi, dengan memanfaatkan batang bawah setelah panen, sebagai penghasil tunas atau anakan yang akan dipelihara. Tunas tersebut berfungsi sebagai pengganti bibit pada sistem tanam pindah.

“Teknologi salibu, memiliki potensi untuk dikembangkan di masa yang akan datang, karena memiliki banyak unggulan. Bahkan untuk satu kali treeanam, sistem ini bisa menghasilkan hingga 9 kali panen untuk satu kali tanam,” jelas Melwizard saat ditemui kepada KABA12.com di ruang kerjanya, Jumat (06/07).

Beberapa keuntungan sistem tanam padi salibu, diantaranya, hemat biaya, hemat benih, meningkatkan hasil, meningkatkan pendapatan petani, hemat air, hemat tenaga kerja dan ramah lingkungan. Sistem padi salibu ini, memiliki umur panen 4,5 bulan. Waktu ini lebih cepat satu bulan dari padi biasa 5,5 bulan.

Untuk kota Bukittinggi, lanjut Melwizardi, pola tanam padi salibu, sudah cukup lama diterapkan. Namun sejak beberapa waktu terakhir, pola tanam padi salibu lebih dimaksimalkan.
Salah satu poktan yang dibina yakni seroja 2 Pakan Labuah yang menerapkan sistem ini dengan varietas putiah lamo.
“Pada panen perdana beberapa hari lalu, berhasil dipanen sekitar 0,1 hektar. Beberapa hari ini juga akan dipanen aekitar 0,4 hektar lagi. Dan hingga saat ini, sistem pola tanam padi salibu ini, sudah 6,7 ton per hektar yang sudah di panen,” terangnya didampingi Kabid Tanaman Pangan, Perkebunan dan Holtikultura, Teti Andrianis.

Proses tanam sistem padi salibu oleh poktan Seroja 2 Pakan Labuah ini, juga dikawal dan didampingi oleh PPL serta Bhabinsa setempat.
Dinas pertanian menghimbau kepada seluruh kelompok petani di Bukittinggi, untuk menerapkan program tanam padi salibu, karena memiliki banyak keuntungan.

(Ophik)

0Shares