Lubukbasung, KABA12.com — “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda.
Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,”
Itu sepenggal ucapan Soekarno yang dikutip Menpora, Imam Nahrawi dalam pidato Hari Sumpah Pemuda ke-89 dibacakan Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria dalam upacara di halaman Kantor Bupati Agam Padangbaru Lubukbasung, Senin (30/10) pagi.
Menurut Trinda, pesan yang disampaikan Presiden RI pertama tersebut merupakan pesan yang sangat mendalam bagi generasi muda.
“Pesan itu filosofinya dalam sekali. Abu itu sisa, dimana sudah terjadi momen sejarah yang penting, kita bernostalgia, membangga-banggakan, tapi tidak berpengaruh terhadap perkembangan. Tapi kalau api, itu menhgelorakan menghidupkan dan menyemangati, hal itu berarti bahwa sumah pemuda itu bukan puncak, tapi momentum awal untuk menindak lanjuti, hal itu perlu dijadikan spirit membangun hangsa khususnya Agam,” ujar Wakil Bupati Agam pada KABA12.com.
Sementara itu Ketua Umum KNPI kabupaten Agam Rizki Abdillah Fadhal menyebutkan pemuda selaku generasi penerus bangsa harus mampu membantu menjalankan program pembangunan pemerintah.
“Peringatan hari sumpah pemuda harus dimaknai. Pemuda selaku generasi penerus untuk bangsa salah satunya memperkuat tatanan pemerintah Indonesia. Khususnya di Agam, pemuda memiliki peran menjalankan program pemerintah, seperti gerakan nagari madani yang telah dicanangkan pemerintah kabupaten Agam, ” sebut Rizki Abdillah Fadhal yang juga anggota DPRD Agam.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di kabupaten Agam berlangsung khidmat. Ribuan ASN, pelajar, karyawan BUMD serta organisasi masyarakat dan kepemudaan mengikuti setiap rangkaian upacara peringatan HSP tahun 2017.
(Jaswit)
