Parapat, KABA12.com — Sejak 21 hingga 25 Oktober 2018, ribuan insan kebencanaan dibawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) se-Indonesia berkumpul di Provinsi Sumatera Utara memperingati bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2018.
Serangkaian kegiatan seperti talk shows, technical events, special sessions, knowledge sharing, hingga aksi solidaritas untuk NTB dan Sulawesi Tengah pun digelar dalam peringatan bulan PRB tersebut.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yunaidi pada KABA12.com mengatakan, peringatan bulan PRB tahun 2018 ini memiliki makna yang sangat penting karena bersamaan dengan upaya masif tanggap darurat yang sedang dilakukan oleh BNPB untuk menangani bencana di Sulawesi Tengah dan rehabilitasi rekonstruksi di Lombok.
Disamping itu lanjut Yunaidi, beberapa penyampaian dari BPBD daerah dalam kegiatan tersebut juga dapat diserap dan diterapkan di wilayah masing-masing.
“Disini insan kebencanan dapat menimba ilmu serta trik dalam PRB. Beberapa penyampaian dari daerah dapat diserap dan diterapkan di masing-masing daerah, yang penting PRB dalam mitigasi bencana bagaimana menyiapkan tenaga lapangan yang siap membantu setiap kebencanaan,” ungkapnya usai mengikuti rangkaian kegiatan bulan PRB di pulau Samosir.
Tidak hanya itu, PRB juga ditekankan pada pendidikan kebencanaan yang diberikan kepada masyarakat. Apakah itu terhadap masyarakat umum, komunitas, lembaga usaha, hingga siswa di sekolah.
“Khusus di Agam kita sedang menyiapkan beberapa trik dalam PRB secara dini kepada masyarakat. Jadi nanti, setiap bencana KSB, KSBS, parik paga, masyarakat dan BPBD sudah ada di lapangan yang segera melakukan penanganan,” jelasnya.
Sebelumnya, Chief of UNISDR Asia Pasific Loretta Hieber Girardet berpesan bahwa satu dari cara terbaik untuk membangun ketangguhan adalah untuk memastikan pemerintah dan lembaga usaha berkewajiban untuk mengembangkan investasi di masa depan yang benar-benar memperhatikan risiko.
“Masyarakat setempat dan kota perlu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko yang mereka hadapi. Penilaian risiko bencana lokal akan membantu masyarakat untuk mengembangkan rencana PRB yang jelas dan kesiapsiagaan bencana ketika bencana benar -benar terjadi,” arahnya.
(Jaswit)
