Bukittinggi, KABA12.com — Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan gelar sarasehan gerakan pendidikan pemberdayaan perempuan marginal (GP3M).
Kegiatan yang difasilitasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dilaksanakan di aula Stikes Fort de Kock Bukittinggi, Rabu (18/10).
Kasubdit Diktaralanjut, Samto mengatakan Bukittinggi merupakan satu dari dua daerah di Sumatera Barat yang memperoleh fasilitasi program GP3M dari 64 kabupaten / kota di Indonesia.
GP3M dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai ibu rumah tangga, sebagai pendidik utama dan pertama dalam keluarga.
“Bukittinggi dipilih sebagai kota penyelenggara sarasehan karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi geliat aktivitas perempuan Bukittinggi yang luar biasa sehingga diharapkan menjadi model dalam pemberdayaan perempuan bagi kabupaten / kota lain di Indonesia,” ujar Samto.
Perempuan di Bukittinggi, lanjut Samto diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berimbas pada peningkatan pendidikan dan kualitas hidup generasi berikutnya.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengungkapkan, masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, sangat menjunjung tinggi harkat martabat perempuan.
Kaum perempuan sangat dilindungi, sehingga dengan kegiatan ini, diharapkan para perempuan dapat diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dari berbagai aspek dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga.
“Perempuan Minang itu tidak hanya di rumah, karena saat ini tidak adalagi perbedaan antara laki – laki dan perempuan. Tingkatkan keterampilan dengan memanfaatkan potensi yang ada dan terus berkarya dan berinovasi,” himbaunya.
Walikota menilai, kegiatan ini sangat positif untuk perempuan, terutama para ibu rumah tangga. Karena ini menjadi upaya untuk meningkatkan pendidikan bagi perempuan yang nantinya juga berdampak pada kualitas kaum hawa.
Peserta sarasehan ini sebanyak 130 orang yang merupakan perempuan – perempuan yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan, terdiri dari 90 orang yang memiliki keterampilan menjahit yang dikelola oleh lembaga ketrampilan Modeste Dolly dan 40 orang dengan keterampilan memasak yang dikelola oleh lembaga Srikandi.
(Ophik)
