Pemko Bukittinggi Komitmen Laksanakan SPMB 2025 Jujur dan Transparan

Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi tandatangani komitmen bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 dengan sistematis, jujur, adil, transparan dan akuntabel. Hal ini ditandai dengan launching aplikasi SPMB, di Aula Balaikota, Rabu (28/05).

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan, SPMB ini merupakan arahan dari pemerintah pusat, melalui Kemendikdasmen. Sistem ini tentu perlu disosialisasikan, agar masyarakat mengetahui bagaimana tahapannya secara detail, sehingga tidak ada yang bermasalah.

“Kita harus sampaikan pada masyarakat, bagaimana penerimaan murid baru tahun ini, dilaksanakan dengan sistem online. Kita di pemerintah tentu perlu data. Sehingga sistem ini dapat berjalan maksimal dan kebijakan yang diambil pun tertib administrasi. Jad semua rata dan tidak ada sekolah sekolah favorit. Kita ingin pemerataan pendidikan di Bukittinggi ini,” ungkap Ramlan.

Wako melanjutkan, Bukittinggi memiliki 85 sekolah negeri dan swasta, mulai dari SD hingga SMP. Peminat sekolah negeri saat ini mulai menurun.

“Ini tentu perlu kajian, agar dunia pendidikan kita di Bukittinggi semakin menggeliat dan siap menghadapi bonus demografi serta Indonesia emas 2045. Kita akan benahi seluruh sarana prasarana, agar para pelajar kita nyaman belajar di sekolah. Kita siapkan ini secara bertahap. Kita juga siapkan program seragam gratis dan angkot gratis, yang dimulai lada tahun ajaran baru mendatang,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Herriman, menjelaskan, pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ini, khusus untuk tingkat SMP, akan dilaksanakan sepenuhnya dengan sistem online. Seluruh tahapan, akan menggunakan aplikasi SPMB 2025, sehingga dapat dilaksanakan dengan jujur, adil, transparan dan akuntabel.

“Ada 4 jalur SPMB pada taun 2025 ini. Jalur Afirmasi 20 persen, jalur domisili 50 persen, jalur prestasi 25 persen dan jalur mutasi 5 persen. Tahapannya serentak SD dan SMP dimulai tanggal 3 Juni 2025,” ujarnya.

Jalu Afirmasi, ditujukan pada untuk keluarga kurang mampu. Ini dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar, tergabung dalam keluarga harapan atau masuk dalam DTKS.

Jalur Domisili, atau yang sebelumnya dikenal dengan jalur zonasi. Dimana, pelajar tersebut tinggal, berarti sekolah di daerah itu.

Jalur prestasi. Bagaimana pelajar dapat masuk sekolah yang diinginkan melalui prestasi tahfiz dan prestasi lain mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional.

Jalur mutasi. Jalur ini ditujukan untuk pelajar yang orang tuanya pindah bekerja ke Bukittinggi.

Kegiatan launching SPMB 2025 ini, dihadiri langsung unsur forkopimda, Anggota DPRD Bukittinggi, Andi Putra, Kakan Kemenag, Camat, Lurah serta Kepala SD dan SMP se Kota Bukittinggi.

(Ophik)

0Shares