Lubukbasung, kaba12.com — Pemkab.Agam bergerak cepat mengantisipasi dampak pasca ambruknya tebing di jajaran tepi sungai Batang Lolo,Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung yang beberapa waktu belakangan sudah semakin menakutkan.
Pasalnya, selain sudah menyebabkan ambruknya lebih dari 50 meter areal kompleks TPU Pemkab Agam di Kampuang Baru, Sungai Jariang, ancaman longsor akibat berpindahnya aliran sungai ke dinding pebukitan, juga mengancam tower super ekstra tinggi (SUTET) jaringan listrik Sumbar, Riau, Medan milik PT.PLN, yang sudah berada di bibir jurang yang sudah ambruk.
Gerak cepat Pemkab.Agam itu, dibuktikan dengan survei bersama yang dilakukan tim BPBD –PSDA DPUTR Agam yang dipimpin Kepala BPBD Agam Bambang Warsito, didampingi sekretaris BPBD Olkawendi, Kabid.RR Artinoval bersama Deni, staf BPBD Agam, bersama Masnal Kasi.Irigasi PSDA DPUTR Agam dan stafnya Amrizal, yang menyisir aliran sungai Batang Lolo yang sudah bergeser mengancam kawasan pemukiman dan pebukitan dengan ketinggian lebih dari 100 meter diatasnya, termasuk ke areal TPU Pemkab.Agam di Kampuang Baru yang semakin terancam.

Rombongan tim survei Pemkab.Agam yang disambut M.Ater Dt.Manambun, tokoh masyarakat Sungai Jariang yang juga anggota DPRD Agam, Indranova Dt.Panduko Basa, pj.walinagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung bersama stafnya Riko Syabwal Arief, Ketua RK Sungai Jariang Zulpian, ketua RK Pulai Adedi, ketua pemuda nagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung Mesfian Dreky bersama beberapa warga di kawasan terdampak itu.
Menjawab kaba12, Bambang Warsito, kepala BPBD Agam menyebutkan, sesuai hasil diskusi awal pihaknya dengan tim PSDA DPUTR Agam Masnal dan Amrizal, yang disepakati bersama pj.wali nagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung Indranova Dt.Panduko Basa, anggota DPRD Agam M.Ater Dt.Manambun dan ketua RK Sungai Jariang Zulpian, pihaknya menyimpulkan harus dilakukan gerak cepat untuk mengantisipasi dampak lebih parah.

Dijelaskan, untuk tahap awal, langkah penanganan darurat disepakati bersama dengan pengerukan bekas aliran sungai yang pindah ke bagian tepi dinding tebing, mengantisipasi hantaman air ke dinding tebing di dua lokasi terdampak saat ini, yang kondisinya sangat rawan dan keropos.
“ Kita akan garap segera. Besok, (Selasa,-21/2-red), tim tekhnis DPUTR bersama BPBD Agam akan kembali turun ke lapangan untuk mengukur dan menandai titik lokasi yang akan digarap, kita upayakan langkah-langkah penanganannya segera, “ tegas Bambang Warsito.
Ditambahkan, dijadualkan Senin,(20/2) malam pihaknya akan melaporkan kondisi itu pada unsur pimpinan Pemkab.Agam tentang kondisi di lapangan terkini, dan kemungkinan langkah cepat yang harus dilakukan, “ kita kuatir, jika berlama-lama, dampaknya akan semakin parah, karena ada 4 titik tebing yang sudah kritis, keropos, terdampak sedikti akan roboh, “ sebut Bambang Warsito di lokasi TPU Pemkab.Agam di Kampuang Baru, Senin sore.
Harapan serupa disebutkan M.Ater Dt.Manambun dan Indranova Dt.Panduko Basa, yang berharap, upaya penanganan bisa langsung dilakukan, karena kekuatiran warga sudah semakin tinggi, pasalnya volume ambruknya dinding tebing itu sudah semakin luar biasa.
HARMEN
