Pembina Dana Desa Terbaik I-2019, Agam Raih Penghargaan Tiga Kali Berturut-Turut

Padang, kaba12.com — Dalam hal pembinaan dana desa terbaik, bupati Agam Dr.H.Indra Catri ditetapkan sebagai pembina terbaik I tingkat Sumatera Barat . Yang luar biasa, bupati Agam yang sudah dua periode menjabat, bahkan sukses mendapatkan penghargaan pembina dana desa terbaik tiga kali berturut-turut dari gubernur Sumbar.

Seperti halnya penghargaan yang diraih Bupati Agam Indra Catri, sebagai pembina dana desa tahun 2019 yang diserahkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam Rakor Pemprov Sumbar 2020 di Padang, Rabu,(26/2).

Dalam penghargaan yang diraih tersebut, bupati Indra Catri sukses meraih predikat terbaik I mengalahkan seluruh bupati-walikota se Sumbar tersebut, total nilai 92,71 mengungguli Bupati Pasaman Barat dan Bupati Solok.

Menurut Teddy Martha, kepala DPMN Agam, piagam penghargaan yang diserahkan gubernur Sumbar itu, merupakan penghargaan ketiga yang secara berturut-turut diraih kabupaten Agam dalam konteks pembinaan dan pengelolaan dana desa, “ Alhamdulillah, ini menjadi motivasi bagi seluruh unsur terkait, terutama jajaran pemerintah nagari di kabupaten Agam, “ sebutnya.

Dijelaskan Teddy, dalam pengelolaan dana desa, Pemkab Agam secara berkesinambungan memberikan pembinaan kepada jajaran pemerintah nagari, dan hal itu tidak lepas dari kebijakan bupati Agam, yang terus mendorong dan mengawasi kegiatan pemerintah nagari dalam beraktivitas, dengan konsep mensejahterakan, melayani, melindungi serta membangkitkan semangat komunitas serta kebanggaan terhadap nagari.

Yang luar biasa, sebut Teddy Martha, diberbagai moment, Bupati Agam selalu menegaskan pembangunan nagari tidak bisa hanya dengan mengandalkan usaha dari pemerintah daerah dan kecamatan semata, tapi harus dengan upaya maksimal jajaran pemerintah nagari untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Teddy Martha menambahkan, dengan luasnya wilayah, keberagaman masyarakat dan seringnya terjadi bencana, wali nagari diberi kewenangan yang luas untuk menyesuaikan pola pembangunan dan penggunaan dana desa sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerahnya masing-masing.

Sementara, ulas kepala DPMN Agam itu, agar wali nagari tidak terjerat kasus hukum dan takut mengelola dana desa, berbagai upaya dilakukan Pemkab Agam, untuk membangun pemahaman, penguasaan regulasi dalam pengelolaan dana nagari, terutama dengan pelatihan, sosialisasi, workshop, bimtek dan studi tiru.

“Apa yang dilakukan Pemkab Agam bertujuan agar pemerintahan nagari mampu mendapatkan legitimasi yang kuat sekaligus didukung, dipercaya, dan dihormati oleh masyarakatnya.Pemkab. Agam akan terus memberikan pembinaan kepada wali nagari dan perangkat agar bisa mengelola dana desa dengan akuntabel,” ulasnya.

Hal itu ulasnya, bertujuan untuk menciptakan nagari “AGAM” (Ability, Government, Accountable, dan Modern), yaitu nagari yang selalu bertransformasi secara terencana, terstruktur, dan progresif, serta mengikuti perkembangan zaman yang didukung oleh sembilan strategi pilihan.

Penyerahan piagam penghargaan sebagai kepala daerah terbaik I sebagai pembina dana desa 2019 dari gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang didampingi wakil gubernur Sumbar H.Nasrul Abit dan para kepala daerah se Sumbar lainnya.

HARMEN

0Shares