Maninjau, kaba12.com — Pembenahan kawasan Danau Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam ditargetkan akan rampung pada bulan Agustus 2022 mendatang.
Pembenahan danau vulkanik itu merupakan salah satu proyek strategis nasional dalam rangka menyelamatkan danau dari masalah pencemaran.
Bupati Agam Andri Warman mengatakan, pihaknya diperintahkan oleh pemerintah pusat untuk melakukan pembenahan kawasan Danau Maninjau hingga Agustus 2021.
Selama itu, kata dia, pemerintah daerah melaksanakan berbagai upaya pembenahan sekitar danau, salah satunya adalah pendataan dan memverifikasi keramba jaring apung (KJA).
“Jadi, selama itu kita diperintahkan untuk melakukan berbagai upaya pembenahan danau, seperti pendataan kemudian memverifikasi KJA mana yang harus dipindahkan dan mana yang harus ditutup. Karena target kita cuman 6 ribu petak jumlah keramba yang harus ada di Danau Maninjau,” kata Bupati Agam kepada wartawan usai launching pendataan KJA di objek wisata Linggai Park, Selasa (1/6).
Selain itu, pada 17 Juni nanti pihaknya akan melaporkan kepada pemerintah pusat secara virtual terkait upaya yang sudah dilaksanakan pemerintah daerah dalam mendukung program penyelamatan Danau Maninjau.

Apalagi, lanjut Bupati, pemerintah pusat sudah mendatangkan beberapa menteri ke Kabupaten Agam dalam rangka mendukung pembenahan Danau Maninjau.
“Artinya pemerintah pusat menunggu upaya kita (Pemkab Agam) untuk action. Karena pemerintah pusat sudah memberikan support dan perhatian dalam bentuk anggaran dan lainnya,” ujarnya.
Terkait dengan proses pendataan KJA di Danau Maninjau, kekinian pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa jumlah tim yang akan diturunkan ke lapangan. Namun yang pasti, seluruh unsur/instansi bakal diterjunkan untuk mendata jumlah KJA.
“Tim pendataan KJA belum dapat kita pastikan berapa jumlahnya. Tapi yang jelas kita akan libatkan dinas, kementerian, dan unsur terkait lainnya. Karena pada bulan Agustus 2022, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan Danau Maninjau ini sudah tertata rapi, sebab ini merupakan bagian dari program nasional,” ucapnya.
Disamping itu, ia juga mengakui bahwa setiap ada wacana merapikan jumlah KJA selalu didemo masyarakat. Untuk mengatasi hal itu, pihaknya akan melibatkan seluruh stakeholder dalam meyakinkan masyarakat melalui cara pendekatan dan memberikan pemahaman kepada mereka.
“Intinya adalah dengan melakukan pendekatan, pencerahan, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, saya yakin Danau Maninjau ini akan tertata rapi, serta dapat mendukung program pariwisata daerah Kabupaten Agam,” jelasnya.
(Bryan)
