Matur, KABA12.com — Staf Ahli Bupati Agam Bidang Pembangunan, Perekonomian dan Keuangan, Isman Imran, mengatakan, Kabupaten Agam merupakan surga makanan lokal.
Selain rendang, Agam juga memiliki kuliner itiak lado mudo, anyang daun kalikih, pangek ikan, gulai kapau, gulai pukek, palai rinuak, salai lele dan sebagainya.
“Semua makanan ini dapat dijadikan pendukung kegiatan kepariwisataan, tinggal bagaimana pemandu wisata dan pelaku kuliner kita dapat membuat menyajikan dengan baik kepada para pelancong,” ujarnya saat membuka pelatihan pemandu wisata kuliner di Hotel Nuansa Maninjau, Senin (12/10).
Menurut Isman Imran, disamping menyajikan objek wisata yang memanjakan mata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam diharapkan juga dapat menyajikan objek wisata yang dapat memanjakan selera wisatawan.
“Ini memang tugas berat yang akan diemban, maka pelatihan yang digelar Disparpora Agam, dimana akan banyak lahir duta kuliner patut diapresiasi,” katanya
Pentingnya pelatihan bagi pemandu wisata kuliner, bertujuan agar dapat menceritakan detail budaya dan kebiasaan masyarakat, terutama kulinernya kepada wisatawan.
“Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Kabupaten Agam. Apalagi dipadukan dengan keragaman dan keunikan kawasan alamnya,” katanya lagi
Isman Irman berharap, melalui pelatihan ini, pelancong yang mendatangi Agam akan membawa cerita tersendiri tentang kuliner ketika kembali ke tempat asal. Ketika mendatangi Agam, pelancong tidak lagi membawa makanan dari luar, namun kuliner Agam justru menjadi penarik kedatangan pelancong.
Isman Imran, juga berharap pelaku usaha kuliner dapat menjadi agen penggerak wisata sehat di tengah pandemi Covid-19. Pengusaha kuliner harus memastikan sajian yang disuguhkan kepada wisatawan aman untuk dikonsumsi.
“Duta kuliner juga diharapkan dapat menjaga makanan yang dibuat, minimal memastikan makanan terlindungi dari droplet,” harapnya.
(Bryan)
