Kaba Terkini

Pelajari Tata Kelola Pelestarian Seni-Budaya, Komisi IV DPRD Agam Kunjungi Dinas Kebudayaan Sumbar

Padang, kaba12.com — Dalam rangka mempelajari lebih dalam, termasuk pengelolaan dan pelestarian seni- budaya di daerah, Komisi IV DPRD Agam sengaja bersilaturahmi untuk sharing informasi ke Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Selasa,(18/1) di Padang.

Rombongan Komisi IV DPRD Agam dipimpin Wakil Ketua DPRD Agam Irfan Amran, bersama ketua Komisi IV Erdinal, S.Sos, dihadpir para anggota diantaranya Yopi Eka Anroni, Bulqaini, Edwar H, S.Ag Dt. Manjuang Basa, Suhermi, Asnidar, Ais Bakri, Syaharuddin, Salman Linover, AR. Yutinof, dan H. Gema Saputra, didamping Kabag Anggaran dan Pengawasan Arnel, dan endamping sekretariat DPRD Agam yang dijamu langsung Kadinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah bersama jajarannya.

Dalam moment diskusi yang digelar bersama Kadinas Kebudayaan Sumbar itu,Yopi Eka Anroni, Wakil Ketua Komisi IV menjelaskan, kunjungan pihaknya ke Dinas Kebudayaan Sumbar itu dalam rangka membahas mengenai tata kelola dan kebijakan Oemprov.Sumbar dalam pelestarian seni budaya di kabupaten-kota di Sumatera Barat.

“Seperti apa pengelolaan yang baik bagi perkembangan pariwisata, sehingga menarik minat kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan lokal. Bagaimana budaya yang ada itu tidak habis dan terkikis oleh kemajuan teknologi, sehingga generasi muda kita ini peduli akan budaya, adat istiadat dan kesenian, “ ujarnya.

Sementara itu, Irfan Amran, Wakil Ketua DPRD Agam menambahkan mengenai kesenian dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Agam yang sangat perlu dilestarikan dan dikelola oleh pemerintah daerah.

” Bagaimana cara kita sebagai anak nagari untuk melestarikan nilai-nilai kesenian dan kebudayaan daerah kita di era teknologi yang semakin maju ini,termasuk mengenai museum Buya Hamka di kecamatan Tanjung Raya,dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke museum, apakah bisa dibuat sebuah pergelaran seni dan budaya, “ujarnya.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat itu, beberapa anggota Komisi II juga mempertanyakan berbagai hal mengenai kebudayaan di daerah, seperti halnya AR. Yutinof yang menyebut ada Pahlawan Nasional yang berasal dari Kecamatan Palembayan yaitu Artha Gani.

“ Kita sudah memasukkan dalam Pokir tahun 2023 ini untuk membangun museum. Saat ini kita mempunyai beberapa koleksi peninggalan beliau seperti foto-foto dan lain-lainnya. Namun, setelah rumah museum dibangun, siapa yang akan bertanggung jawab dalam pengelolaannya, “ sebut AR.Yutinof mempertanyakan.

Juga pertanyaan Bulqaini, mengenai renja dan renstra dari Dinas Kebudayaan Sumbar,karena sangat penting bagi DPRD Agam dalam mengalokasikan Pokir kedepan. Termasuk mengenai kemajuan teknologi saat ini,dibidang kebudayaan apakah pemerintah sudah mempersiapkannya.

Menanggapi hal itu, Syaifullah, Kadis Kebudayaan Sumbar menjelaskan renstra tata pengelolaan pelestarian seni dan budaya yang ada di Sumbar, dengan merinci hal-hal yang menjadi dasar kebijakan-kebijakan Pemprov.Sumbar mengenai seni dan budaya.

Dijelaskan, syarat membangun rumah museum harus mempunyai 100 koleksi peninggalan dari Pahlawan,” Kami juga baru mengetahui, ada pahlawan nasional Artha Gani dari Palembayan. Dan kami akan menyusun langkah-langkah untuk tahap awal membuat rumah museum, selain itu juga kami akan melakukan pembinaan sesuai dengan fungsionalnya. Untuk pengelolaannya bisa di keluarkan dari APBD masing-masing daerah ,” jelasnya.

HARMEN

To Top