Bukittinggi, KABA12.com — Pekerjaan pembangunan SDN 17 Pakan Kurai kecamatan Guguak Panjang, terancam putus kontrak.
Pasalnya, hingga akhir Oktober 2018 ini, progres kerja minus 25%, karena terindikasi metoda pelaksaanaan tidak jelas.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, saat meninjau lokasi, Rabu (31/10), menyesalkan progres kerja di SDN 17 Pakan Kurai ini. Secara hasil kerja cukup baik, namun dalam metoda pelaksanaannya jauh dari target.
“Sampai sekarang progresnya minus 25 persen. Ini yang kita sesalkan. Hasil kerja bagus, tapi tahapannya tidak. Akhirnya bisa jadi putus kontrak kalau kondisinya masih begini. Karena jika melewati batas waktu, akan kontraktor akan didenda setiap hari penambahan waktu pekerjaan,” tegas Ramlan.
Dalam kontraknya, pekerjaan pembangunan SDN 17 Pakan Kurai menelan dana Rp 2 milyar lebih. Target kerja sampai tanggal 15 Desember 2018. Karena progresnya yang lambat itu, kontraktor sudah di SP 2.
Jika nantinya setelah habis masa kotrak, pekerjaan belum selesai, maka kontraktor akan didenda per hari saat menyelesaikan pekerjaan. Namun jika tidak mampu melanjutkannya, maka kontraktor akan diputus kontrak dan masuk daftar blacklist.
(Ophik)
