Pasca Longsor di Sungai Landia, Warga Minta Tebing Rawan Diantisipasi

Sungai Landia, kaba12 — Pasca longsor dan tebing runtuh yang menimpa bangunan toilet mesjid Nurul Ishlah Gantiang, Jorong Ateh Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto Sabtu, (25/3) pagi, menewaskan 2 warga masing-masing Yanti,(45) dan Darliana,(70) yang sedang mengambil wudhu masih menyisa-kan keprihatinan mendalam.

Bahkan warga setempat masih cemas akan musibah longsor susulan yang berpotensi terjadi, mengingat labilnya kondisi tebing tepi jalan propinsi yang mayoritas sudah retak dan berlobang persis diatas lokasi mesjid.

Jika tidak diantisipasi dalam waktu dekat, diyakini potensi longsor dan runtuhnya tebing tepi jalan yang berada diatas pemukiman warga Sungai Landia masih sangat tinggi, apalagi sepanjang Senin, (27/3) malam, cuaca ekstrem kembali mendera wilayah kecamatan IV Koto.

Kondisi itu, diamini Bambang Warsito, kepala BPBD Agam yang sebelumnya sudah meninjau lokasi tebing jalan bersama tim Balai Jalan Propinsi Sumbar di lokasi longsor tersebut. Di kawasan itu terlihat badan jalan sudah mulai tergerus dengan lobang akibat longsor yang menjorok kearah tengah tebing.

“ Kita sudah sampaikan permintaan, agar dilakukan penanganan segera oleh pihak terkait di Pemprov Sumbar, mengingat jalur jalan yang terdampak, merupakan jalan propinsi, “sebutnya.

Bahkan, saat ditinjau Bupati Agam Dr.Andri Warman bersama ketua TP.PKK Agam Ny.Yeni dan Kapolresta Bukittinggi Kombes.Pol.Yessi Kurniati, tebing jalan yang labil menjadi salah satu fokus perhatian dan diharapkan bisa dilakukan penanganan segera untuk mengantisipasi dampak lebih parah bagi warga,pengguna jalan termasuk terhadap mesjid Nurul Ishlah Gantiang.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, potensi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang masih terjadi wilayah Kabupaten Agam termasuk kecamatan IV Koto, Senin, (27/3) malam, sehingga unsur terkait memantau khusus wilayah Sungai Landia tersebut.

HARMEN

0Shares