Bukittinggi, KABA12.com — DPRD kota Bukittinggi gelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 234 tahun. Rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bukittinggi ini, dilaksanakan di Balai Sidang Hatta, Kamis (20/12).

Hadir dalam acara puncak HJK Bukittinggi ke 234 ini, Walikota dan Wakil Walikota, Pimpinan dan anggota DPRD, Perwakilan dari Pemprov. Sumatera Barat, anggota DPR RI, Mulyadi dan Ade Rizki Pratama, anggota DPD RI, Emma Yohana, mantan Walikota, H. Djufri dan H. Ismet Amzis, Walikota dan Bupati se Sumbar, Sekda, Asisten, seluruh Kepala OPD, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, seluruh ASN di lingkungan Pemko Bukittinggi dan ribuan tamu undangan lainnya.
Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, mengapresiasi kinerja pemerintah kota dalam membangun kota Bukittinggi. Apalagi sejak dua tahun terkahir, beberapa perubahan mulai dirasakan oleh masyarakat, khusunya di bidang infrastruktur.
“Kami atas nama DPRD dan masyarakat kota Bukittinggi, berterima kasih atas upaya yang dilakukan selama tiga tahun terkahir, dibawah kepimpinan Ramlan – Irwandi. Hal ini diharapkan dapat dipertahankan dan dapat dilanjutkan dalam sisa kepemimpinan Ramlan – Irwandi pada periode 2016-2020,” ungkap Beny.
Selain itu, Beny Yusrial, atas nama lembaga DPRD, mengakui telah melakukan koordinasi yang harmonis dengan pemerintah kota, untuk bersama-sama membangun kota Bukittinggi. DPRD siap membantu dan mendukung setiap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami di dewan, disisa masa jabatan kami yang sudah hampir lima tahun berjalan, akan terus bekerja maksimal sebagai tugas kami di parlemen, baik dari segi pengawasan, penganggaran dan legislasi. Setiap kegiatan dan program pemerintah akan kita dukung dengan penganggaran, pekerjaannya pun akan tetap diawasi bersama dan kami siap bersama pemko untuk membuat payung hukum,” ujar Beny Yusrial, didampingi pimpinan DPRD lainnya, H. Trismon dan Yontrimansyah, mewakili 25 anggota DPRD Bukittinggi.
Beny Yusrial juga memaparkan selama satu tahun terakhir, DPRD telah menyelesaikan pembahasan 18 ranperda. Pada tahun 2019 mendatang, juga telah direncanakan pembahasan 22 ranperda. Selain itu, DPRD selama lebih lima tahun terakhir, telah banyak melaksanakan kegiatan sesuai dengan tiga fungsinya.
Yontrimansyah, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Yontrimansyah, pada rapat pariourna, membacakan kronologis penetapan Hari Jadi Kota Bukittinggi. Dimana pengakuan kota Bukittinggi, berawal dari sejarah yang cukup panjang.
“Penetapan hari jadi kota, hendaknya dapat mempersatukan berbagai unsur masyarakat kota yang semakin heterogen. Tanggal 22 Desember 1784, secara simbolik banyak kegiatan dan momentum yang menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Jadi Kota Bukittinggi. Karena di berbagai bidang banyak penetapan dan hari istimewa yang berkaitan dengan Bukittinggi di tanggal tersebut,” ujarnya.
Ketua Kerapatan Adat Kurai (KAK) V Jorong, Y. DT. Yang Pituan, menyampaikan, usia Kota Bukittinggi sudah 234 tahun, usia yang cukup tua. Namun dari kasat mata, wajah kota semakin mempesona. Banyak pembangunan yang telah mulai dilakukan. Bukittinggi dengan luas 25 km², memang sangat perlu dikelola dengan baik.
“Kami dari tokoh adat Kurai V Jorong, Bukittinggi siap mendukung kegiatan pemko dan siap juga sebagai ‘tampek baiyo’ dalam setiap pembangunan yang dilaksanakan. Kami juga berharap, setiap kegiatan tetap menjunjung tinggi falsafah adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah,” ungkap Ketua KAK.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan, momen Hari Jadi Kota, merupakan momentum untuk evaluasi diri dan kinerja. Selama kurang lebih tiga tahun kepemimpinannya, sudah banyak perubahan yang dilakukan, baik infrastruktur maupun administrasi kemasyarakatan, pembangunan dan pemerintahan.
Pada tahun pertama dan kedua, Ramlan-Irwandi, secara intensif melakukan pembenahan dan penataan kota, baik terminal, parkir, kebersihan, taman-taman kota, penataan PKL serta mengembalikan ruang-ruang publik kepada fungsinya seperti trotoar, jalan dan lain-lain.
“Selanjutnya pada tahun ketiga ini, setelah menyelesaikan semua tahapan penganggaran dan perencanaan pada tahun pertama dan kedua, beberapa kegiatan pembangunan strategis yang telah dicantumkan dalam RPJMD Kota Bukittinggi 2016 – 2021 satu per satu telah dimulai pekerjaannya,” jelas Ramlan.
Mewakili Gubernur, Kepala BKPSDM Sumbar, Dr. H. jefrinal Arifin, SH, M. SI, menyampaikan, Bukittinggi telah dibentuk sejak 22 desember 1784. Pada usia 234 tahun, Bukittinggi diharapkan menjadikan momen ini untuk evaluasi diri dan membuat prediksi memacu roda pembangunan.
“Kita disadarkan kembali untuk terus berupaya mensejahterakan masyarakat. Peringatan HJK bukan sekedar uforia, namun harus dijadikan sebagai evaluasi dan prediksi kedepan untuk bekerja lebih baik. Pemko Bukittinggi harus mampu memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semua harus didorong untuk mempu beradaptasi dengan perkembangan tekonologi,” ujarnya.
Dalam momen rapat paripurna istimewa, diberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai penting dan memberkan kotribusi besar bagi kota Bukittinggi.
(Ophik)
