Bukittinggi, KABA12.com — Pekan Budaya Seni Pameran Dagang dan Industri (PEDATI) ke 12, merupakan salah satu event terbesar yang digelar Pemko Bukittinggi tahun 2022 ini. PEDATI dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 31 Desember 2022.
Tak banyak yang mengetahui, latar belakang diinisasi oleh 10 tokoh Bukittinggi inisator lahirnya PEDATI tahun 2000 lalu. Sebut saja, Oesman Purba, Tuanku Rismaidi, Nasrul M.Phietra, Zulfian Mami, Nursal Syam, Imran Pado, Irfianda Harma, Maderizal, Chon Piliang dan Adeks Rossyie Mukri.
Sepuluh orang tokoh itulah, yang melahirkan ide dan pemikiran untuk mengadakan PEDATI tahun 2000. Dimana, pada intinya, PEDATI dilahirkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan warga Bukittinggi khususnya, melalui paguyuban dan etnis yang ada di Kota Wisata, pasca reformasi 1998.

Yulman, salah seorang pensiunan Pemko Bukittinggi, yang juga rurut andil dalam PEDATI di awal pelaksanaannya itu, sebagai penyanyi lagu pedati, menjelaskan, PEDATI tumbuh dan dikembangkan dengan watak sosial guna menggalang, mempererat dan memperkokoh rasa kesatuan dan persatuan bangsa melalui paguyuban – Paguyuban dan etnik yang menjadi warga kota.
“PEDATI sebagai wahana untuk merekat hubungan antara etnis dan Paguyuban sehingga terwujudnya kerukunan antar etnis yang pada gilirannya tercipta suasana yang kondusif yang sangat dibutuhkan wisatawan dan warga negara. Ini latar belakang awalnya lahir PEDATI oleh 10 tokoh itu,” jelasnya pada KABA12.com, Senin (19/12).
Sebagai sarana promosi wisata, PEDATI mempunyai daya tarik yang tinggi karena menggelar keanekaragaman potensi kebudayaan dan kesenian dari berbagai etnis warga kota dan simpatisan dari daerah dan provinsi serta negara tetangga. Seperti kesenian kebudayaan Jawa, Sunda, Batak, Tionghoa dan lainnya.
Sebagai sarana perdagangan komoditi unggulan, lanjut Yulman, PEDATI menjadi sarana untuk membangun jaringan perdagangan komoditi unggulan dalam usaha menerobos peluang pasar. Sasarannya, peningkatan kontrak bisnis dan transaksi antara pelaku ekonomi yang berpartisipasi dalam pameran dengan pengunjung disamping interaksi di luar arena pameran.
Sementara dagang itu muncul dahulunya untuk menunjang pelaksanaan dari penampilan paguyuban paguyuban itu saja. Namun, tentu banyak pengembangan, sehingga PEDATI dapat dikemas semakin apik untuk menunjang ekonomi masyarakat.
“Jadi, panggung PEDATI itu dari pagi hingga malam hari kan berganti – ganti paguyuban yang mengisinya. Untuk mengawali pertunjukan dari masing-masing paguyuban itu diawali dengan nyanyi PEDATI yang awalnya penyanyinya ada beberapa orang seperti Rasyid, dan juga Eva Juliet, termasuk kami sendiri,” tambahnya.
Yulman mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang kembali menggelar PEDATI, setelah vakum 11 tahun.
“Ini tentu akan kembali mengingatkan kita pada memori 20 tahun silam. Apalagi saat ini dikemas untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat pasca pandemi covid-19. Terima kasih Pemko Bukittinggi,” ujarnya.
PEDATI tahun 2022 ini, dilaksanakan di dua lokasi. 15 hingga 22 Desember dilaksanakan di Lapangan Kantin dan 16 hingga 32 Desember dilaksanakan di Pedestrian Jam Gadang. Selain itu, juga didukung dengan beberapa kegiatan di Taman Panorama, TMSBK dan juga Pasar Atas.
(Harmen/*)
