Nyiak Canduang Diperjuangkan Jadi Pahlawan Nasional

Lubukbasung, KABA12.com — Pengusulan Syekh Sulaiman Arrasuli atau Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional hampir menemui titik terang.

Satu persatu upaya untuk mempercepat terwujudnya niat tersebut sudah mulai terpenuhi.

Usai menggelar seminar lokal pada 17 Februari 2018 lalu di Canduang kabupaten Agam, dijadwalkan seminar nasional dalam rangka pengusulan Syekh Sulaiman Arrasuli sebagai pahlawan nasional akan digelar pada 3 Maret 2018 mendatang di Padang. Hal ini disampaikan anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa S.IP., MH,. usai menghadiri Mukerda LKAAM Sumbar di Lubukbasung beberapa waktu lalu.

Anggota parlemen yang juga merupakan anak nagari Koto Gadang itu dengan tegas menyatakan dukungan penuh untuk Inyiak Canduang mendapatkan status pahlawan nasional.

“Kita sangat mendukung sekali pengusulan Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional. Kita DPD di sidang paripurna yang akandatang akan menyampaikan untuk minta DPD menfasilitasi Inyiak Canduang Maulana Syekh Sulaiman Arrasuli ditetapkan menjadi pahlawan nasional,” sebutnya memberikan dukungan.

Menurutnya, sosok Inyiak Canduang sudah sangat pantas untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional, karena disamping beliau merupakan seorang ulama, ia juga pendidik, pendiri Universitas Tarbiyah, pejuang, politisi dan bahkan dia kepala Mahkamah Syariah pertama di Bukittinggi.

“Di masa perjuangan, beliau sudah mendirikan universitas, mendirikan partai, penggerak ekonomi masyarakat, membidani MTI Canduang dan yang lainnya. Beliau itu orang hebat,” ungkapnya dengan kagum.

Sebelumnya, pengusulan Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional telah menuai restu melalui SK dari pemerintah Kabupaten Agam, Gubernur Sumbar dan anggota DPRD lainnya.

Syekh Sulaiman Arrasuli merupakan ulama besar Ahlussunnah Wal Jamaah yang lahir di Canduang, kabupaten Agam, 10 Desember 1871. Ia wafat pada 1 Agustus Tahun 1970 saat berusia 99 tahun. Dalam syiarnya, Inyiak Canduang fokus pada pendidikan agama dan adat. Serta menentang berbagai kebijakan Kolonial Belanda pada masa penjajahan. Selain pernah menjadi Ketua Badan Konstituante, Inyiak Canduang juga dianugerahi gelar Tokoh Perintis Kemerdekaan RI pada 1969.

(Jaswit)

0Shares