Ngarai Sianok Pusat Peringatan Hari Bumi dan Lingkungan Hidup Sumbar

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah provinsi Sumatera Barat bersama Pemko Bukittinggi peringati hari bumi dan hari lingkungan hidup tingkat provinsi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan goro bersama yang dipusatkan di kawasan Ngarai Sianok, Senin, (03/12).

Apel dan goro bersama ini, dipimpin langsung Wakil Ketua TP PKK Sumatera Barat bersama Walikota Bukittinggi, dihadiri Wakil Ketua DPRD, H. Trismon, unsur Forkopimda, Ketua dan pengurus TP PKK kabupaten kota se Sumatera Barat, Sekda, seluruh kepala OPD dan ASN di lingkungan pemerintah kota Bukittinggi.

Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, selaku ketua panitia, menjelaskan, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi tehadap lingkungan. “Dipilihnya Kawasan Ngarai memang sangat cocok untuk kegiatan ini, karena Ngarai Sianok menjadi lokasi yg iconic dan patut kita tingkatkan penghijauannya,” ujar Yesi.

Lebih lanjut, Ny. Yesi menjelaskan, tema momentun kali ini, ‘Bersihkan Bumi Dari Sampah Plastik’. Tema ini diangkat karena memang, sampah plastik menjadi masalah besar dalam kebersihan lingkungan. Dimana sampah plastik sangat sulit untuk terurai dan menjadi ancaman serius bagi kehidupan jika tidak dapat dikendalikan.

“Secara nasional, komposisi sampah plastik dari total jenis sampah berjumlah 16%. Sedangkan khusus kota Bukittinggi, jumlah sampah plastik 18,76%. Kondisi ini perlu diwaspadai karena setiap saat akan terus bertambah jika tidak dikendalikan. Untuk itu butuh kerja keras bersama untuk penanganannya,” jelasnya.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, terima kasih kepada TP PKK provinsi Sumatera Barat, yang mempercayakan Bukittinggi sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan peringatan hari bumi dan hari lingkungan hidup tingkat provinsi tahun 2018 ini. Pemilihan kawasan Ngarai sebagai lokasi peringatan ini, diniilai tepat, karena Ngarai merupakan bagian dari bumi dan lingkungan hidup yang patut dilestarikan.

“Apalagi Ngarai Sianok sudah mendapatkan sertifikat sebagai kawasan Georpark Nasional. Berarti harus semakin kita jaga bersama,” ungkap Ramlan.

Wako berharap, seluruh daerah dapat mensosialisasikan upaya melestarikan bumi dan lingkungan hidup. Salah satunya dengan mengantisipasi penggunaan sampah plastik.

“Sampah bisa menjadi sumber ekonomi jika pandai mengolahnya. Untuk Bukittinggi, kita sudah berupaya dengan membagikan 12 ribu lebih tas belanja agar para ibu tidak gunakan kantong plastik saat berbelanja. Selain itu, juga sudah mulai dibagikan botol minuman kepada pelajar, sehingga tidak ada lagi murid yang membeli air minum kemasan plastik,” jelas Wako.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Sumbar, Ny. Wartawati Nasrul Abit, menyampaikan, peringatan hari bumi dan lingkungan hidup tahun 2018, merupakan peringatan yang keempat, dengan tema bersihkan bumi dari sampah plastik. Bumi sedang alami masalah seirus, khususnya masalah lingkungan.

“Dengan peringatan hari bumi dan lingkungan hidup ini, kita mantapkan komitmen selamatkan bumi dari sampah plastik. Sehingga bumi dipenuhi pohon, bebas sampah plastik, bumi kita indah dan sehat,” ujar Wartawati.

Tujuannya, lanjut Wartawari, memotivasi meningkatkan kepedulian masyarakat dalam memelihara bumii dari kerusakan, khususnya pencemaran dari sampah plastik. “Karena makhluk hidup butuh oksigen. Untuk itu, bumi perlu ditanam pohon pelindung dan pohon produktif,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, juga dibagikan botol minuman atau 2500 tumbler kepada pelajar SD dan SMP, yang berasal dari CSR Bank Nagari, sebagai langkah pengurangan penggunaan minuman kemasan plastik di Bukittinggi. Selain itu, TP PKK Sumbar juga membagikan 5000 bibit tanaman, sebagai langlah penghijauan di Sumbar, khususnya di Kota Bukittinggi.

(Ophik)

0Shares