Lubukbasung, kaba12.com — Kasus gagal input data Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 114 siswa SMAN 1 Lubukbasung yang berdampak gagalnya para siswa tersebut mengikuti proses seleksi tanpa tes untuk masuk perguruan tinggi pilihan sistim SNBP itu disebutkan sebagai musibah besar bagi sekolah tersebut.
Bahkan peluang untuk meloloskan data 114 siswa dalam sistim SNBP itu diprediksi sangat sulit karena sudah terkunci oleh sistim (log out) sehingga hampir dipastikan,untuk tahun 2023, SMAN 1 Lubukbasung, menjadi salah satu sekolah di Indonesia yang tidak menempatkan siswanya di perguruan tinggi melalui SNBP.
“ Ini baru pertama dalam sejarah sejak SMAN 1 Lubukbasung, tahun 2022 masih ada, “ ungkap Khairul Koto, wakil ketua Komite SMAN Lubukbasung mengaku kecewa.
Dalam pertemuan khusus yang digelar komite sekolah dihadiri Khairul Koto, Wakil Ketua Komite, bersama para anggota diantaranya Yusnidar, Zofrinaldi, Yandwi Syafrijen, Amri Nasdi bersama perwakilan alumni Yusrizal Mawardi dan Harmen, sempat berlangsung “hangat” menyusul ungkapan kecewa atas kondisi yang terjadi.
Walau pihak sekolah yang dihadiri Hilda, kepala SMAN 1 Lubukbasung, Zainal, koordinator operator IT, Amrizal dan Fadil, wakil kepala sekolah sudah menjelaskan runut proses dan upaya maksimal yang sudah dilakukan pihak sekolah, namun para peserta pertemuan terlihat masih tidak puas, karena menurut mereka kondisi itu terjadi akibat kelalaian, ketidakseriusan dalam mengantisipasi dampak sistim tekhnologi informasi dengan potensi human error, termasuk kurangnya pengawasan dari pimpinan sekolah.
“Kenapa saat enjury time, disaat detik-detik terakhir penutupan proses pendaftaran operator justru kalang kabut, kenapa tidak jauh-jauh hari, kan ada sebulan masa prosesnya. Kalau mendekati hari H penutupan, jelas akan sulit,karena saat bersamaan, ribuan sekolah di Indonesia berebut masuk ke sistim, justru kita yang kena,”ungkap Khairul Koto yang mengungkap rasa kecewa para walimurid dan banyak pihaknya yang bertubi-tubi disampaikan pada pihaknya.
Sementara, kondisi itu dibenarkan Hilda, kepala SMAN 1 Lubukbasung yang menjelaskan secara bergantian bersama Zainal dan M.Fadil, terkait kendala yang dihadapi dalam proses input data tersebut, bahkan untuk memaksimalkan proses, pihaknya mengerahkan 5 operator untuk membantu saat menjelang hari H penutupan SNBP, tanggal 9 Februari 2023 pukul 15.00 WIB itu.
Dari Malaysia Tetap Dikontrol
Bahkan untuk pengawasan, tambah Hilda, para wakil kepala sekolah bersiaga memantau proses itu bersama tim operator. Bahkan dia pribadi, terus mengontrol perkembangan itu dari Malaysia, karena saat proses akhir input data SNBP itu, dia sedang berada di negeri Jiran itu untuk mengikuti pertukaran pelajar se Sumbar ke Negara Malaysia.
“ Saya baru tahu masalah gagal input data 114 siswa di SNBP itu setelah pulang dari Malaysia, padahal saya terus awasi prosesnya, “ungkap Hilda serius.
Bahkan, secara khusus Hilda menyebutkan, hal itu menjadi musibah besar bagi SMAN 1 Lubukbasung yang menurutnya harus dicarikan solusi bersama. Ia juga mengaku bahwa pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Disdik Sumbar, dan Kemendikbud Ristek untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Kami sedang berupaya agar siswa ini bisa kembali terdaftar untuk masuk perguruan tinggi jalur undangan. Saat ini sedang proses, dan menunggu hasilnya dari Disdik Sumbar, Kemendikbud Ristek maupun lembaga SNBP,” jelasnya.
Hilda berharap, dukungan dan bantuan dari alumni untuk bersama mencari solusi, termasuk peluang untuk mendapat akses ke Kemendikbud-Ristek, mengingat peluang pendafataran bagi para siswa masih terbuka sampai tanggal 29 Februari mendatang.
HARMEN
