Kasus Gagal Input SNBP SMAN 1 Lubukbasung, Komite-Alumni Minta Sekolah Gelar Evaluasi

Lubukbasung, kaba12.com — Kasus gagal input 114 siswa untuk masuk perguruan tinggi jalur prestasi tanpa tes (SNBP) menuai beragam pertanyaan dari banyak pihak. Tidak hanya dari kalangan internal sekolah, tapi unsur terkait dengan SMAN 1 Lubukbasung, baik kalangan komite maupun alumni.

Bahkan, dalam pertemuan khusus yang digelar Rabu,(15/2) mengapung permintaan agar kepala SMAN 1 Lubukbasung mengevaluasi tim kerja yang ada, tidak hanya yang mengurus proses input data siswa, tapi juga unsur terkait lain yang membidangi.

Hal itu diungkap dalam pertemuan yang dipimpin wakil ketua komite SMAN 1 Lubukbasung Khairul Koto, dihadiri para anggota diantaranya Zofrinaldi, Amri Nasdi, Yusnidar, Yandwi Syafrijen bersama perwakilan alumni Yusrizal Mawardi, sementara dari pihak sekolah dihadiri Hilda, kepala SMAN 1 Lubukbasung, Amrizal dan Fadil, dua wakil kepala sekolah bersama Zainal, koordinator IT/operator data, terkait kasus gagal input yang berdampak gagalnya 114 siswa mengikuti seleksi SNBP 2023.

Disebutkan Khairul Koto dan Yusrizal Mawardi, evaluasi menyeluruh menjadi catatan penting terkait kasus yang terkait, pasalnya masalah gagal input data SNBP 2023 tersebut, merupakan kasus pertama dalam sejarah SMAN 1 Lubukbasung yang akan berdampak luar biasa dalam masyarakat, seiring sangat dikenalnya sekolah tersebut di Sumatera Barat.

“ Kami minta ada evaluasi dan kajian yang lebih serius, karena jika dibiarkan begitu saja, justru akan berdampak terhadap masalah lain, “ tegas Yusrizal Mawardi.

Disisi lain, Khairul Koto yang mengaku sangat kecewa dengan masalah itu, karena hal itu baru pertama terjadi dalam sejarah SMAN 1 Lubukbasung, bahkan wakil ketua komite itu, merupakan mantan guru yang sangat lama mengajar di sekolah tersebut sebelum memasuki masa pensiun.

“ Kami berharap, kasus seperti ini tidak terulang. Komite sudah membahasnya, dan kami berharap secara internal, pihak sekolah melakukan evaluasi dan pengawasan lebih dari kepala sekolah. Kondisi ini, akan beresiko besar bagi SMAN 1 Lubukbasung kedepan, jadi jangan anggap enteng masalah SNBP, “ tegasnya serius.

Menyikapi hal itu, kepala SMAN 1 Lubukbasung Hilda merespon positif, bahkan secara khusus dia mengapresiasi dan berterimakasih atas besarnya perhatian dan kepedulian yang diberikan komite dan para alumni terkait dengan masalah itu.

Bahkan, Hilda menyebut kasus yang terjadi merupakan musibah besar bagi SMAN 1 Lubukbasung yang akan menjadi bahan evaluasi, “ kami bahkan sudah menggelar pertemuan Rabu pagi, mengkaji dan mengevaluasi masalah tersebut, termasuk mempersiapkan agenda evaluasi akreditasi. Kami berterimakasih atas perhatian yang diberikan, “ungkapnya.

Diyakinkan, terkait masalah gagal input data SNBP itu, pihaknya masih terus berupaya mencari solusi, bahkan pihaknya sudah melaporkan kondisi itu pada Disdik Sumbar dan pihak terkait dalam proses tersebut, “berbagai upaya sudah kami lalukan, bahkan proses input data sejak awal sudah kami kawal, namun kondisinya justru berbeda yang terjadi, “ sebut Hilda setelah mengurai panjang lebar upaya yang dilakukan pihaknya dalam proses input data SNBP tersebut.

HARMEN

0Shares