Lubukbasung, KABA12 — Politisi Partai Demokrat, Irwan Fikri meminta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Agam untuk tetap mendukung program Bupati Agam Andri Warman (AWR) dalam menjalankan roda pemerintahan, walaupun dirinya sudah mengundurkan diri dari jabatan wakil bupati.
Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di Sakura Cafe Lubukbasung, Minggu (28/5).

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Agam, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan perantau untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada bapak Andri Warman dalam menjalankan tugas sebagai Bupati Agam. Karena saat ini tugas beliau sudah sangat berat,” katanya.
Ia mengatakan, tugas Bupati Agam saat ini sangat berat karena masih banyak target yang belum dicapai, sehingga itu semua butuh kebersamaan dari seluruh pihak.
“Berikan dukungan penuh kepada bapak Andri Warman sebagai Bupati Agam dalam menjalankan jabatannya sehingga target-target daerah yang telah ditetapkan didalam RPJMD Agam bisa dicapai bersama,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan pamit meninggalkan jabatan wakil bupati kepada seluruh masyarakat dan konstituen. Alasannya mengundurkan diri dari jabatan BA 2 T sudah jelas disampaikan dalam surat pengunduran diri tersebut.
“Atas nama pribadi dan keluarga saya mohon maaf ata segala kekhilafan dan kesalahan selama menjabat wakil bupati. Apabila ada janji yang disampaikan tapi belum terwujud, saya mohon maaf sebesar- besarnya,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, politisi Partai Demokrat ini kembali menegaskan bahwa alasannya mundur dari jabatan Wakil Bupati Agam karena hubungan kerjanya dengan Bupati Agam cenderung tidak bagus sejak beberapa waktu terakhir.
“Saya mundur bukan karena mengejar PAW di DPRD Sumbar, tapi ini adalah keputusan yang sudah bulat dari hati nurani dengan proses panjang. 2 tahun lamanya saya dalam mengambil keputusan ini,” kata Irwan Fikri.
Kendati begitu, ia meminta kepada seluruh pihak untuk menghargai alasan kemundurannya dari jabatan wakil bupati yang sesuai dengan surat yang disampaikan kepada DPRD Agam.
“Jangan paksakan saya untuk mengatakan alasan kemunduran jabatan ini karena demi mengejar PAW. Tolong hargai alasan saya yang sudah dituliskan dalam surat pengunduran itu,” tegasnya.
Irwan Fikri menyebutkan bahwa dalam surat pengunduran diri tersebut dijelaskan tidak ada narasi penghinaan, maupun melecehkan orang lain. Dengan begitu pihaknya berharap agar masyarakat bisa memahami alasan kemundurannya.
“Dalam surat pengunduran itu tidak ada penghinaan, tidak ada menyinggung harga diri orang lain yang terinjak -injak, tidak ada melecehkan orang lain. Jadi, mudah-mudahan dengan ini bisa menjelaskan informasi yang simpang siur di tengah masyarakat soal kemunduran saya,” jelasnya.
Mundur Karena Tak Harmonis
Sebelumnya, Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, SH dikabarkan mundur dari jabatannya sebagai wakil bupati. Hal ini diduga terjadi karena tidak akurnya hubungan antara Bupati Agam dengan Wakil Bupati.
Pengunduran itu dipastikan setelah adanya surat resmi yang disampaikan kepada Ketua DPRD Agam pada tanggal 12 Mei 2023.
Dalam surat tersebut, Irwan Fikri beralasan karena tidak ada keharmonisan dalam hubungan kerja antara Bupati dengan Wakil Bupati, sehingga berpotensi mengganggu jalannya roda Pemerintahan Kabupaten Agam.
“Setelah menjalani masa jabatan sebagai Wakil Bupati Agam sejak saat pelantikan sampai saat ini, dengan dinamika yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja bupati dan wakil bupati yang menurut saya cenderung tidak bagus dan berpotensi mengganggu jalannya roda pemerintahan dan masyarakat,” sebut Irwan Fikri dalam surat tersebut.
Dengan alasan tersebut, dirinya menyatakan mengajukan pengunduran diri dari jabatan Wakil Bupati Agam.
“Harapan saya pemerintah daerah Kabupaten Agam dapat berjalan lebih baik tanpa kehadiran saya,” katanya.
(Bryan)
