Oleh: PARIADI
E-mail: pariadidesip@yahoo.com
Konsep ruang berarti tempat yang luas dimana tesedia sekolah, taman kebun, kolam, areal pertanian, areal perkebunan, lapangan olah raga, asrama, bengkel sebagai sarana belajar alam takambang jadi guru.
Sedangkan semua guru, karyawan, staf dan petugas lapangan adalah pendidik yang harus memberi tauladan dan membina siswa secara bersama-sama sesuai peran dan tugas masing-masing. Implikasi dari konsep ini lah yang membuat sekolah menerapkan konsep boarding school.
Agar peserta didik terfasilitasi terutama dalam menginternalisasikan nilai-nilai ke INSan dalam menanamkan jiwa kewirausahaan, maka peserta didik(siswa) harus diberi peran aktif dalam pembelajaran.
Di INS Kayutanam dikenal dengan konsep Aktif -Kreatif. Peran-peran tersebut antara lain adalah partisipan diskusi, pelaku eksperimen, menyajikan hasil karya, mencipta puisi, membuat desain dan karya seni dan keterampilan dengan konsep meniru senilai bukan meniru sebentuk, peran aktif dalam pameran dan festival, menulis sastra, bermain musik, main teater, olah raga dan partisipasi dalam latihan pembinaan akhlak mulia, praktik ibadah dan kepemimpinan di asrama.
Peran serta peserta didik dalam setiap proses pendidikan harus mampu membuat mereka tidak tinggal senang diam. Tidak mudah mengatakan tidak ada, tidak bisa dan tidak tahu. Peserta didik harus terbiasa melakukan serangkaian kegiatan dalam menunjukkan kreativitas berdasarkan bakat.

Hal ini dimaksudkan agar mereka mereka terbiasa bekerja keras pantang menyerah dan tidak mudah mengeluh dengan lebih mengutamakan aktif positif. Pada kegiatan membuka pelajaran harus memberi motivasi belajar peserta didik secara kontektual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari dengan memberi contoh dan perbandingan dan memberi motivasi kepada peserta didik tentang peluang dan pilihan profesi kewirausahaan selain jadi pegawai negeri dan karyawan.
Berdasarkan hasil tes siswa kelas eksperimen (kelas yang menggunakan model pengembangan) dan kelas kontrol (kelas yang tidak menggunakan) dapat diidentifikasi nilai signifikansinya 0,000< 0,05, dengan demikian artinya terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen (kelas yang menggunakan model pengembangan) dengan siswa yang tidak menggunakan model pengembangan (kelas kontrol).
Data ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berupa buku model, buku guru dan buku siswa dalam pembelajaran penanaman jiwa entrepreneurship di INS Kayutanam yang dikembangkan dapat dikatakan efektif.
Hasil uji pengembangan model pembelajaran menunjukkan kategori valid, praktis dan efektif. Implikasinya dapat dijadikan model tentatif dalam mengimplementasikan nilai ruh ajaran M. Sjafe’i di INS Kayutanam, sambil tetap melakukan penyempurnaan dan pengembangan lebih lanjut.
Model pembelajaran penanaman jiwa entrepreneurship ini dapat dikatakan sebagai implementasi dari Konsep “Medeka Belajar” seperti yang digagas oleh menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim.
Merdeka belajar memberikan ruang yang luas kepada guru dan murid dalam melakukan kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar mandiri dan kreatif melaui peran guru penggerak yakni guru yang mengutamakan kepentingan belajar murid diatas segalanya, termasuk kepentingan karier guru tersebut.
Bila pada gagasan Merdeka Belajar ruang kebebasan diutamakan di ruang kelas, maka di INS Kayutanam melalui model yang dikembangkan kebebasan diberikan seluasnya baik di ruang kelas sampai pada pemilihan bidang keterampilan yang sesuai bakat.
Agar Model ini dapat efektif dilakukan tentu memerlukan dukungan Yayasan yang solid, Kepemimpinan Kepala Sekolah efektif dan Guru-guru yang memahami tentang filsafat dan strategi pendidikan INS Kayutanam selain Fasilitas dan anggaran yang memadai.
Artikel ini ditulis berdasarkan disertasi untuk penyelesaian program doktor (S3) pada Program Studi Ilmu Pendidikan Orientasi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Padang dengan Tim Promotor Prof. Dr. Phil Yanuar, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd dan Prof. Dr. Muri Yusuf, M.Pd. Semoga bermanfaat.
(Habis )
