Agam Bentuk Satgas PDE, Antisipasi Dampak Ekonomi Covid19

Kabupaten Agam bentuk satuan tugas Penanggulangan Dampak Ekonomi (PDE) Pandemi Covid19 Agam untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dampak percepatan penanganan penyebaran covid19 di kabupaten Agam.

Tugas upaya Satgas PDE Covid19 Agam itu, terutama mengatur distribusi bantuan bahan pokok yang sedang dilakukan Pemkab.Agam saat ini, memproyeksikan kebutuhan bahan pokok dan kegiatan ekonomi masyarakat ditengah pandemic covid19, menganalisa potensi dampak serta mencari solusi penanganan yang harus dilakukan pimpinan daerah.

Satgas PDE Covid19 Agam sendiri, juga mempersiapkan langkah-langkah solusi yang harus dilakukan bersama di daerah, termasuk mempersiapkan cadangan pangan yang menjadi kebutuhan konsumsi dasar masyarakat terutama besar, termasuk mendorong terlaksananya strategi keamanan pangan yang sudah dipersiapkan.

Langkah-langkah strategis Satgas PDE Covid19 Agam, akan bersinergi dengan jajaran OPD Pemkab Agam terkait yang akan didukung bersama para pelaku usaha pertanian, perkebunan dan perikanan untuk mendorong kesiapan pangan kabupaten Agaam menghadapi masa darurat perlawanan terhadap pandemic covid19.

“ Kita lakukan langkah khusus untuk mempersiapkan cadangan pangan di kabupaten Agam, karena bahan pokok, merupakan hak mutlak yang harus diperoleh masyarakat, “ tegas Indra Catri, bupati Agam.-(***)

Antisipasi Dampak Covid19 “Agam Jamin Stok Beras Aman “

Pemkab.Agam cadangkan berbagai jenis bahan kebutuhan pokok untuk membantu warga terdampak penyebaran pandemic covid19. Penyaluran bantuan bahan pokok sudah mulai dilakukan sejak Selasa kemarin dan berlanjut sampai akhir bulan ini.

Untuk ketersediaan bahan pokok, saat ini tengah dilakukan serangkaian pembahasan, melibatkan berbagai lini terkait dengan ketersediaan bahan, termasuk menyiapkan alokasi anggaran bersumber dari realokasi anggaran daerah di berbagai pos yang dialihkan saat ini.

Saat ini, untuk bahan pokok prioritas, Pemkab.Agam sudah mencadangkan 500 ton beras dan 30 ton garam untuk dibagikan kepada masyarakat, termasuk bantuan sayuran dan jenis bahan pokok lain yang saat ini dihimpun dari berbagai sumber.

Menurut ketua gugus tugas percepatan penanganan covid19 (GTP2 Covid19) kabupaten Agam M.Dt.Maruhun didampingi ketua Satgas PDE Agam Yosefriawan menyebutkan, saat ini sesuai dengan hasil keputusan bersama, menyikapi kondisi saat ini, dicadangkan beras 500 ton dan garam 30 ton serta menyiapkan sayuran yang sudah dibagikan untuk warga terdampak.

Bahkan untuk tahap awal, proses penyaluran sudah mulai dilakukan, dimana Pemkab.Agam menetapkan mekanisme penyaluran serta kategori warga terdampak langsung sesuai edaran yang disampaikan pada camat dan walinagari, “ saat ini proses penyaluran sudah dilakukan dan berlanjut setiap hari, “ jelas Yosefriawan.

Bantuan Tahap I- Agam Salurkan, 480 Ton Beras,11,7 Ton Sayur dan 30 Ton Garam

Pemerintah kabupaten Agam melalui TGTP2 Covid19 Kabupaten Agam bersama Satgas siaga Covid19 Kecamatan dan Satgas Siaga Covid19 Nagari se kabupaten Agam, telah menyelesaikan pembagian bantuan bahan pokok tahap I untuk masyarakat yang termasuk daam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) tahun 2019.

Bantuan yang sudah didistribusikan masing-masing besar sebanyak 480 ton , sayur-mayur 11,7 ton sayur dan 30 ton garam, untuk 26.003 kepala keluarga dengan stok persediaan beras di rumah-rumah penduduk yang sudah disalurkan mencapai 10-20 kg termasuk garam, memanfaatkan anggaran BTT dana APBD 2020.

Seperti dijelaskan ketua harian TGTP2 Covid19 Agam M.Dt.Maruhun, khusus untuk bantuan bahan pokok, baik beras, garam maupun sayuran, sesuai laporan dari seluruh nagari, sudah tersalurkan sampai ke rumah-rumah penduduk yang terdaftar dalam DTKS Agam tahun 2020, sesuai jadual yang sudah ditetapkan sebelumnya, oleh satgas siaga covid19 dan relawan, baik ditingkat kecamatan maupun nagari.

Sesuai data tersebut, sudah tercatat sebanyak 26.000 KK yang terdaftar dalam DTKS tersebut sudah memiliki persediaan beras di rumah masing-masing sebanyak 10-20 kg termasuk garam untuk dikonsumsi.

Sejalan dengan program bantuan pangan tahap I untuk warga Agam yang masuk dalam data DTKS, ulas M.Dt.Maruhun, dalam dua hari kedepan juga akan segera disalurkan bantuan sembako sekitar 143 Ton beras yang akan diserahkan kepada Guru TPA/MDA, Gharin Mesjid, penjaga sekolah, guru honor dan operator di sekolah sebanyak 7142 KK.

“ Sumber dananya, berasal dari bantuan Baznasda Propinsi Sumbar, Baznasda Kabupaten Agam, sumbangan PNS se Kabupaten Agam, kita targetkan pendistribusian bantuan ini akan tuntas segera, “ tegas M.Dt.Maruhun lagi.-(***)

Untuk Cadangan Pangan Petani Terus Menanam

Saat ini kalangan petani di kabupaten Agam menjadi pejuang penting dalam program siaga pangan menyikapi kondisi ekonomi dampak percepatan penanganan penyebaran covid19 di kabupaten Agam.

Para petani khususnya yang menggarap areal persawahan untuk ditanami pagi, terus bergerak dan menanam. Bahkan Dinas Pertanian Agam memberi support khusus pada para petani untuk terus menanam.

“ Tagline para petani, anda di rumah saja, biar kami ke sawah, pasokan beras anda terjamin,” ungkap Ir.Arief Restu,Msi, Kepala Dinas Pertanian Agam saat mendatangi para pertanian di areal persawahan di Tanjung Raya kemarin.

Ditegaskan Arief Restu, pihaknya mendatangi para petani yang saat ini sedang mengolah areal persawahan yang ditanami padi, yang sebagian besar sedang mamasuki masa panen, untuk memantau langsung ke lapangan terkait dengan ketersediaan beras untuk dikonsumsi masyarakat.

Secara umum, ditegaskan Arief Restu, cadangan beras untuk kebutuhan konsumsi masyarakat kabupaten Agam sangat mencukupi, bahkan hingga masa panen akhir April ini, diyakinkan surplus dibanding kebutuhan konsumsi.

Ditegaskan Arief Restu, kepada para petani di lapangan, pihaknya mengingatkan untuk tidak menjual seluruh hasil panen padi mereka, harus ada yang ditinggalkan dirumh untuk stok kebutuhan konsumsi harian, terutama dalam menyikapi kondisi sulit saat ini.

Ditambahkan, beras hasil panen petani yang akan dijual, diyakinkan Arief Restu akan menjadi pasokan untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di berbagai wilayah kabupaten Agam, “ kita sudah kaji detail data kebutuhan dan hasil produksi padi di kabupaten Agam, Inshallah Agam surplus ,”ulasnya.

Disebutkan Arief Restu, bahwa para petani yang bagi pihaknya adalah pejuang siaga pangan kabupaten Agam itu, didorong untuk segera melanjutkan aktivitas pengelolaan sawah untuk tanaman padi, setelah panen. Tidak ada masa jeda, sehingga dalam kurun waktu tiga-empat bulan kedepan, stok pangan kabupaten Agam masih terjaga dengan baik.-(***).

Indra Catri : Pastikan Beras Tersedia di Rumah Warga

Bupati Agam Dr.Indra Catri instruksikan tim gugus tugas percepatan penanganan covid19(GTP2 Covid19) Kabupaten Agam, sampai ke tingkat kecamtaan dan nagari memastikan tersedianya beras yang cukup dirumah-rumah sebagian besar masyarakat kurang mampu.

Bergegaslah agar penyebaran dan dampak pendemik covic19 cepat diatasi. Mana yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tolong segerakan tanpa harus menunggu yang lainnya sempurna. Pastikan masyarakat sehat dan bagi yang terpapar covid19 pastikan tertangani secara benar sesuai dengan protokol kesehatan. Setelah itu baru dicarikan solusi masalah lainnya sesuai dengan urgensinya tanpa harus keluar dari koridor hukum yang berlaku.

Hal itu ditegaskan Bupati Agam Dr.H.Indra Catri, terkait dengan gerak cepat Pemkab.Agam bersama GTP2 Covid19 Agam, yang saat ini sudah melakukan melakukan tahapan langkah lanjut dengan mengucurkan paket bantuan pangan untuk masyarakat yang kurang mampu dan terdampak percepatan penanganan penyebaran covid19 di kabupaten Agam.

Pernyataan itu sekaligus untuk menjawab beragam rumor yang berkembang ditengah masyarakat terkait dengan gerak cepat yang dilakukan Pemkab.Agam, terutama dalam membagikan sembako pada masyarakat yang kurang mampu saat ini.

Menjawab kaba12.com, terkait adanya tokoh masyarakat dan pengamat yang mengatakan Agam terlalu cepat menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat, seperti biasanya Indra Catri hanya tertawa dengan gestur tubuh seakan memaklumi opini yang berkembang.

Yang menarik, Bupati Agam itu, justru balik bertanya. Apa benar ?.
Dijelaskan Indra Catri, kalau memang benar ada yang mempertanyakan demikian, “ tolonglah berjelas-jelas, pengamat macam apa dan tokoh masyarakat yang mana?. Semua orang maklum kalau di kabupaten Agam banyak varian tokoh masyarakatnya,” ulas Indra Catri sambil tertawa.

Terkait dengan pembagian sembako yang sepekan terakhir gencar dilakukan Pemkab.Agam, Indra Catri membantah komentar yang menyebut Agam terlalu cepat dan tidak tepat sasaran. Tindakan cepat justru sangat diperlukan saat ini. “ Kita harus pastikan secepatnya bahwa ada cadangan beras di rumah-rumah penduduk yang bisa sewaktu-waktu mengisi perut yang terancam lapar,” tegasnya serius.

Ditambahkan, pemerintah harus segera droping beras ke rumah masyarakat kategori miskin tanpa harus terjerat masalah hukum dikemudian hari. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengacu kepada surat edaran Gubernur Sumatera Barat 28 Maret 2020, mulai Rabu (01/04) Pemkab.Agam sudah mulai menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat.

Dijelaskan, bantuan sembako itu, basisnya masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019,” Kita terpaksa memakai data lama karena updating data dijadualkan akan selesai dilakukan pada bulan Juli 2020,”jelasnya.

Disadari Indra Catri, akan terjadi gejolak ditengah masyarakat terutama bagi yang tidak tercatat pada DTKS namun terkena dampak ekonomi langsung pendemi COVID-19, “ kita carikan skema lain untuk membantu mereka. Caranya dengan menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan bahan makanan lainnya,” jelasnya.

Disebutkan, persoalannya data pendukung yang lengkap dan akurat belum tersedia sehingga pihak Gugus Tugas Kecamatan dan Nagari tidak dapat segera menyalurkan bantuan.” Itu kita tunda beberapa hari kedepan, tanpa harus menunda bantuan terhadap masyarakat yang tercatat dalam DTKS yang sudah jelas basis datanya,” tambah Indra Catri.-(***)

Indra Catri : Petani Pejuang Pangan

Bupati Agam Dr.H.Indra Catri tegaskan, bahwa petani adalah pejuang penyelamat kehidupan masyarakat saat perang melawan pandemic covid19 saat ini. Para pejuang pangan yang selama ini menjadi kebanggaan daerah itu, diharapkan untuk terus melakukan berbagai terobosan dan terus memproduksi berbagai produk pertanian.

Hal itu disebutkan bupati Agam yang memprediksi, kebutuhan pangan masyarakat kabupaten Agam akan melonjak, termasuk warga yang bergerak dibidang pertanian akan semakin bertambah, menyusul akan semakin menyusutnya lapangan kerja, imbas percepatan penanganan penyebaran covid19 saat ini.

Disebutkan Indra Catri, kabupaten Agam yang beberapa tahun terakhir menjadi daerah dengan produksi beras melimpah, bahkan setiap tahun Agam surplus beras, termasuk penghasil berbagai produk pertanian, perkebunan termasuk bidang perikanan, diyakini untuk stok pangan yang akan dikonsumsi masyarakat akan aman dan terjamin.

Bahkan diprediksi, hingga Juli, stok pangan kabupaten Agam aman, bahkan dari data yang ada, bahkan kabupaten Agam akan surplus diatas kisaran 50 ribu ton, yang didukung hasil perkebunan sayur-mayur, bawang, dan jenis komoditi lain yang selama ini diandalkan kabupaten Agam.

“ Kongkritnya, kita akan lakukan langkah-langkah pengamanan pangan di lapangan, dan potensi itu akan kita kawal dan optimis harus direalisasikan, untuk keamanan dan keselamatan kehidupan masyarakat, “ tegas Indra Catri.

HARMEN

0Shares