Kaba Terkini

Migrasi TV Digital, Yan Permenas Mandenes : Informasi Harus Rata ke Seluruh Indonesia

Jakarta, KABA12.com — Informasi mengenai mingrasi TV digital harus dilakukan merata ke seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan dalam diskusi publik virtual sosialisasi Analog Switch Off (ASO) dan seremonial Set Top Box (STB) Kementrian Kominfo bersama Komisi I DPR RI, Selasa (29/11).

Yan Permenas Mandenas, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dapil Papua, menjelaskan, Analog Switch Off ini merupakan kebijakan pemerintah yang memang secara undnag-undang omnibus law sudah diatur, kemudian diberlakukan di Jabodetabek yang sifatnya kebijakan, karena belum dilakukan secara merata di daerah Indonesia. Tentunya ada beberapa kendala yang perlu dipersiapkan oleh pemerintah, misalnya infrastruktur digital, kemudian SDM, sosialaisasi, persiapan dan distribusi STB ke masyarakat.

“Untuk masyarakat kurang mampu maka pemerintah diwajibkan melibatkan swasta. Kebijakan ini merupakan amanat dari UUD Omnibus Law yang harusnya sudah bisa dijalankan, mulai dari infrastruktur, SDM, mengatur mengenai industrinya, agar harga pasar pun masih bisa dikendalikan,” jelasnya.

Sampai saat ini, masih banyak masalah yang disampaikan masyarakat terkait saat mereka melakukan pembelanjaan TV digital di pasar yang harganya tidak stabil. Ada beberapa manfaat dari ASO yang bisa dirasakan oleh masyarakat ketika kebijakan tersebut dilakukan. Dimana kualitas gambar dan suara yang semakin bagus dan jernih. Akan tetapi dalam mendistribusi informasi dan kebijakan pemerintah ini harus rata ke seluruh plosok Indonesia. Karena, tidak semua wilayah di Indonesia memliki infrasturuktur digital yang baik.

“Inilah yang saat ini menjadi konsen bagi DPR untuk menolong berita agar pemerintah berperan aktif sampai ke wilayah- wilayah 3T. Karena wilayah seperti ini sepanjang pemerintah tidak menyiapkan kebijakan yang tegas denga semua kebutuhan yang dibutuhkan, saya yakin penyesuaiannya akan semakin melambat,” ungkapnya.

Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si, selaku Staff Khusus Menkominfo, menyampaikan, saat ini layanan masyarakat dipermudah oleh digitalisasi. Dapat dikatakan, digitalisasi ini memudahkan semuanya dalam segala bidang. Selain itu, pemerintah melakukan percepatan untuk membangun talenta digital, yaitu memberikan beasiswa kepada anak muda untuk dididik dalam hal digitalisaasi seperti tahun ini dan tahun depan, warga bisa monitor informasinya dari website kominfo.

“Cara setting siaran TV digital, dimana di STB sudah ada cara mensettingnya. Dan langkah mencari siaran TV digital denga STB yanitu pastikan televise sudah dalam keadaan AV, kemudian bila terdapar beberapa AV pada televisi maka sesuaikan dengan koneksi STB apakah AV1, AV2 dan seterusnya. Kemduian setelah ditentukan baru kita nyalakna STB yaitu dengan tekan tombol “MENU” pada remot STB. Cari menu “pencarian saluran” dan pilih “pencarian otomatis” hingga pencarian dilakukan, dan terakhir pilih simpan,” ujarnya.

Komisioner KPID DKI Jakarta, Bambang Pamungkas, memaparkan, berbicara mengenai era digital dimana perkembangan teknologi informasi ini sejak 5 tahun terakhir ini mengalami perkembangan pesat. Maka dari itu perkembangan teknologi itu melahirkan era digialisasi. Sedangkan digitalisasi itu melahirkan distrupsi yang melakukan perubahan secara fundamental.

“Dengan digitalisasi, media juga melakukan tranformasi, yaitu perubahan yang diantaranya media penyaiaran. Kita bisa menikmati terkait dnegan adanya media digital. Media digital yaitu dimana terjadi adanya pemadatan data, baik data visual dengan lebih padat yang dengan bantuan jaringan internet. Dengan digital ini lalu melahirkan media baru yang disebut dengan kovergensi media. Hubungannya dengan media penyiaran yaitu pertama ketika perkembangan teknologi akan mempengaruhi segala bidang kehidupan, maka mau tidak mau media analog ini harus bergeser ke dunia digital,” ungkapmya.

(Ophik)

To Top