Jakarta, kaba12.com — Jelang Minang Geopark Run (MGR) 2019 yang akan dilaksanakan tanggal 30 November-1 Desember 2019 mendatang, Bupati Agam Dr.Indracatri paparkan kesiapan kabupaten Agam sebagai pelaksana event tahunan yang mempromosikan potensi wisata dan kekayaan alam Sumatera Barat, termasuk kabupaten Agam, sekaligus mengurai beragam potensi geopark kabupaten Agam dalam konferensi Pers di Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata, Jakarta, Senin,(23/9).
Dalam jumpa pers terkait pelaksanaan MGR 2019 merupakan agenda tahunan yang diinsiasi alumni Institut Tekhnologi Bandung (ITB) dalam rangkaian peringatan 100 tahun ITB itu, Indracatri menjelaskan bahwa kegiatan itu dibagi tiga titik start masing- masing Kelok 9 , di Kabupaten 50 Kota, start kedua di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar dan start ketiga di Lubuk Basung Kabupaten Agam.
Dalam moment tersebut, Indra Catri memaparkan kesiapan kabupaten Agam sebagai pelaksana kegiatan tersebut, dan menyampaikan rute yang diilalui sudah dipersiapkan secara teknis oleh pemerintah daerah untuk memberikan kenyamanan kepada peserta.
Dijelaskan Indra Catri, rute yang dilalui para peserta MGR 2019 merupakan ” jalur kuliner” mulai dari Lubukbasung, Maninjau, Lawang dan finish di Tabiang Takuruang yang dikenal sebagai sentral potensi makanan khas yang dibanggakan di Sumatera Barat, seperti rinuak, palai bada, ikan salai, randang, kolak labu, tabu Lawang dan gulai itiak lado hijau.
Dijelaskan Indracatri, khusus MGR 2019 di wilayah kabupaten Agam, start untuk 2 kategori masing-masing kategori marathon estafet dengan start di halaman kantor bupati Agam, Padang Baru, Lubukbasung, dengan estafet 1 di objek wisata Linggai Park, dan estafet 2 di objek wisata Lawang Park, dan finish di lokasi geosite Tabiang Takuruang, nagari Sianok, kecamatan IV Koto.
Kemudian, kategori single ultra, start di halaman kantor bupati Agam, Padang Baru, Lubukbasung, finish di geosite Tabiang Takuruang, nagari Sianok, kecamatan IV Koto.
Selanjutnya, start di halaman istano Pagaruyuang, Tanah Datar, finish di Tabiang Takuruang, Nagari Sianok kecamatan IV Koto, dan start di Kelok 9 kabupaten 50 Kota, finish di Tabiang Takuruang, Nagari Sianok, kecamatan IV Koto.
Secara khusus Indracatri menyebutkan, rute di wilayah kabupaten Agam, juga dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sejarah dengan tokoh nasional seperti Buya Hamka, Rasuna Said, Agussalim dan Bung Hatta.
” Kita siap menjadi pelaksana Minang Geopark 2019, keindahan alam serta kekayaan kuliner dan sejarah Kabupaten Agam akan menjadi magnet luar biasa bagi para peserta, yang akan dilepas secara resmi dari Lubukbasung, ibukota kabupaten Agam, ” jelas Indracatri.
Bahkan untuk.mendukung sukses Minang Geopark Run 2019, Pemkab.Agam sudah menyiapkan dukungan dana Rp.286.799.900 yang dianggarkan dalam APBD 2019, serta dukungan kesiapan masyarakat termasuk dalam menjamu para peserta dan undangan dengan sajian kuliner khas rang Agam, yang akan dihibur dengan beragam seni tradisi seperti tambua tansa, tari piring atas kaca, pertunjukan debus, silek tradisi, dan beragam hiburan seni tradisi lainnya.
” Kami sudah siapkan secara optimal berbagai hal, agar MGR 2019 bisa berjalan sukses dan lancar,” ulas Indracatri meyakinkan.
Dilain pihak, menurut Riski Handayani , Deputi Menteri Pariwisata mengharapkan kegiatan ini akan mampu mengangkat semua potensi wisata Sumatera Barat yang terkenal dengan alam yang indah, budaya yang kuat serta kuliner yang mengundang selera.
” Tahun ini kita berharap peserta akan lebih banyak dan dalam waktu yang tersisa promosi harus maksimal untuk menarik minat peserta,” ulasnya.
Minang Geopark Run 2019 yang menjadi event kebanggaan di Sumbar tersebut akan melombakan 3 kategori, yakni MGR 5 km, MGR 10 km dan MGR 21 km, dimana secara khusus Pemkab Agam memberi dukungan maksimal untuk sukses acara itu dengan mengalolasikan anggaran khusus untuk sukses Minang Geopark Run 2019 tersebut.
HARMEN
